Tag Archives: sehat

Limfoma Hodgkin

Benjolan Pada Tempat Tertentu Ini Bisa Menandakan Hal Buruk Lho, Apa Saja ?

 

Jakarta, Mendeteksi kanker sejak dini merupakan hal yang sangat diperlukan agar sel kanker tidak sampai menyebar. Tetapi tidak semua kanker mudah terdeteksi secara dini, sehingga deteksi lanjutan pun sangat diperlukan.

Namun, ada jenis kanker yang bisa dideteksi sangat dini, yaitu kanker limfoma hodgkin. Kanker ini adalah sel kanker yang menyerang sistem kelenjar getah bening yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh.

“Leher, ketiak, dan pangkal paha umumnya dijadikan lokasi pemeriksaan apakah terdapat benjolan atau tidak di daerah tersebut. Jika ada benjolan bisa dijadikan tanda gejala kanker hodgkin,” jelas Prof Dr dr Arry H Reksodiputro, SpPD-KHOM saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (17/1/2018).

Baca Juga : Tes Darah Pada Kanker Prostat Bisa Mencegah 70 Persen Biopsi

Penyakit ini dapat menyerang siapa saja yang mayoritas pengidapnya berusia remaja dan dewasa. Banyak usia pasien yang ditemukan di rentang usia 15-30 tahun. Penyakit ini juga lebih banyak ditemui pada pria dengan persentase 60 persen dibandingkan wanita yang hanya memiliki persentase 40 persen.

“Banyak masyarakat tidak mengenal gejala dan risiko dari penyakit kanker limfoma hodgkin sehingga datang ke dokter jika kankernya sudah menyebar,” tutur Prof Arry selaku Ketua Perhimpunan Hematologi-Onkologi Medik (PERHOMPEDIN).

Selain adanya benjolan pada kelenjar getah bening yang ditemui di daerah leher, ketiak, dan pangkal paha, gejala lain yang termasuk adalah demam atau meriang, berkeringat di malam hari, penurunan berat badan hingga sebesar sepuluh persen atau lebih tanpa penyebab yang jelas, kelelahan yang berlebihan, kehilangan nafsu makan, hingga pembesaran limpa atau hati.

Prof Arry juga menegaskan agar tidak meremehkan benjolan yang terdapat pada tubuh meskipun ukurannya kecil. Bila mendapati hal itu segera konsultasikan dengan dokter.

Buah-Buahan untuk menurunkan kolesterol

Buah-Buah yang Dapat Membantu Menurunkan Kolesterol

Apabila tidak dikendalikan, kolesterol tinggi sangat berbahaya karena bisa memicu terjadinya stroke atau bahkan serangan jantung. Selain dengan berolahraga dan minum obat kolesterol, Anda juga harus perhatikan apa saja yang Anda makan.

Mulailah mengurangi makanan tinggi lemak jenuh, seperti gorengan, dan perbanyak makan makanan sehat seperti buah dan sayur. Ya. Ada banyak buah yang bisa membantu menurunkan kolesterol.

Tingginya kadar kolesterol dalam darah akan menyebabkan lemak menumpuk dan mengeras di dinding pembuluh darah. Pada akhirnya, plak lemak ini dapat mempersempit pembuluh darah sehingga darah tidak bisa mengalir dengan lancar. Penyempitan pembuluh darah inilah yang meningkatkan risiko seseorang terkena serangan jantung dan/atau stroke.

Buah-buahan mengandung serat yang larut air. Serat larut air dapat mengikat asam empedu, sehingga dapat menurunkan penyerapan lemak dan kolesterol dalam darah. Salah satu jenis serat larut yang terbukti dapat menurunkan kolesterol hingga 10% adalah pektin.
Selain serat, buah-buahan juga mengandung senyawa-senyawa kimia yang dapat meningkatkan kadar kolesterol baik HDL, yang membantu memperlancar aliran darah dan mencegah terjadinya penyakit jantung. Nah, apa saja buah penurun kolesterol yang wajib dikonsumsi rutin?

1. Apel
Apel, terutama kulitnya, mengandung pektin — serat larut air yang ampuh menurunkan kolesterol. Pektin bekerja menyerap kolesterol dan lemak jahat di dalam usus halus, untuk dibawa keluar tubuh lewat urin dan feses.
Apel juga mengandung vitamin dan antioksidan polifenol yang membantu mengurangi peradangan. Terlebih, serat apel memberikan rasa kenyang yang lama sehingga Anda dapat menghindari ngidam makan makanan yang tidak sehat.

2. Alpukat
Alpukat adalah sumber lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk kesehatan jantung. Alpukat juga kaya akan vitamin, mineral, serta, dan senyawa yang menghambat penyerapan kolesterol dalam tubuh. Mengonsumsi 1 buah alpukat per hari bisa membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL).
Penelitian menunjukan selain memengaruhi kadar kolestrol, alpukat dapat memberikan rasa kenyang yang lebih tahan lama — bahkan hingga 3-5 jam setelah dikonsumsi — dan menstabilkan kadar gula darah. Alpukat juga kaya akan glutathione, antioksidan yang berperan dalam mencegah kanker dan penyakit jantung.

3. Pir
Pir termasuk buah yang tinggi serat alami. Satu buah pir ukuran sedang dapat mencukupi 16% kebutuhan serat harian Anda. Bahkan, nilai serat buah pir lebih tinggi daripada apel. Jenis serat yang terdapat dalam pir adalah pektin. Pektin mengikat kolesterol dan mengangkutnya keluar dari tubuh sehingga kadar kolesterol jahat LDL dalam tubuh bisa menurun.

4. Berries (strawberry, blueberry, cranberry)
Keluarga beri kaya akan pektin, serat larut air yang dapat mengikat kolesterol yang terserap di usus halus, sehingga kadar kolesterol jahat menurun dan tergantikan dengan kolesterol baik HDL.
Pada penelitian milik Erlund et al dengan 72 subjek penelitian yang memiliki faktor risiko penyakit kardiovaskuler menunjukan bahwa asupan 2 porsi buah berry per hari (1 porsi setelah makan siang, 1 porsi setelah makan malam) dapat meningkatkan kadar kolestrol baik HDL dan menurunkan tekanan darah sistolik.

Pada penelitian Basu et al dengan subjek 16 wanita, asupan rutin dari buah berry menurunkan kolestrol LDL dalam 4 minggu. Selain itu, buah-buahan kelompok berry ini juga tinggi akan polifenol, antioksidan yang baik dalam tubuh.

5. Anggur
Sama dengan buah yang lainnya, anggur juga kaya akan serat larut air yang dapat mengikat kolestrol yang terserap di usus halus. Penelitian menunjukan bahwa anggur memiliki senyawa antioksidan tinggi, apalagi anggur merah. Antioksidan dapat membantu meningkatkan kolestrol HDL dan menurunkan kolestrol jahat LDL serta trigliserida dalam darah. Itu sebabnya anggur menjadi camilan yang sangat baik untuk orang-orang yang memiliki aterosklerosis koroner.
Antioksidan quercetin yang hadir dalam anggur juga dapat melawan peradangan di dalam tubuh.

6. Pepaya
Pepaya merupakan buah penurun kolesterol HDL yang juga tinggi antioksidan seperti likopen, vitamin C, dan vitamin E.
Kolestrol bisa menempel pada pembuluh darah jika terjadi oksidasi, hingga akhirnya berkumpul membentuk plak dan menutupi pembuluh darah. Vitamin E dan C pada pepaya akan menyatu dengan enzim yang disebut paraxonase yang akan menghambat terjadinya oksidasi kolesterol di dalam pembuluh darah.

7. Jambu biji
Jambu biji mengandung vitamin dan antioksidan yang bekerja melindungi jantung dari kerusakan akibat radikal bebas. Kadar kalium dan serat larut air dalam jambu biji pun dapat membantu menurunkan kolesterol dan tekanan darah, sementara menaikkan kadar kolesterol baik HDL yang dapat mencegah berbagai penyakit jantung.
Penelitian yang dilakukan di Malaysia selama 9 minggu menunjukan bahwa asupan buah jambu biji sebanyak 400 gram per hari meningkatkan total kolestrol HDL dalam darah dan kadar antioksidan di dalam tubuh.

8. Jeruk
Jeruk kaya akan serat larut air yang dapat mengikat kolesterol yang terserap di usus halus. Buah penurun kolesterol berwarna oranye ini mengandung d-limonene, senyawa kimia yang bermanfaat untuk melarutkan kolesterol dan sekaligus membantu menghambat perkembangan kanker kanker payudara dan kanker usus. Manfaat jeruk sebagai antikanker ini dilaporkan oleh sebuah penelitian pada tahun 2007 silam.

Jeruk juga merupakan buah yang tinggi kadar vitamin C. Vitamin C tidak hanya bekerja membantu mencegah penumpukan kadar kolestrol LDL, tetapi juga mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler.

Mari, Mulai dari sekarang biasakan rajin makan buah setidaknya 2-3 porsi dalam sehari untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Sumber: Kompas.Com

kombinasi makanan

Mengkombinasikan Makanan ternyata banyak Manfaatnya Jika Disantap Bersamaan

Pada dasarnya setiap orang akan memilih makanan yang enak dimulut. Namun untuk alasan kesehatan, jangan makan makanan yang hanya enak di mulut saja. Ada baiknya konsumsi makanan yang kaya akan nutrisi serta vitamin yang sudah jelas memberi manfaat bagi tubuh.

Nah, untuk memperoleh manfaat yang lebih maksimal lagi. Anda bisa melahap dua makanan tertentu secara bersamaan, seperti dikutip dari shape.com.sg. Apa saja makanan-makanan itu?

1. Teh hijau dan lemon

Teh hijau dikenal karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Teh hijau mengandung kompenen utama katekin, superoksidan, bukan hanya antioksidan. Katekin akan bekerja dengan baik jika ditambahkan dengan beberapa jus lemon ke minuman. Vitamin C dan unsur lain dalam jus tersebut membantu menstabilkan katekin agar tidak terjadi degradasi. Selain menghilangkan haus, minum teh hijau bersama dengan lemon juga akan membantu mengisi tenaga.

2. Sayuran dan minyak zaitun

Tuangkan salad atau tumis sayuran Anda dengan sedikit minyak. Ini bisa membantu penyerapan tujuh nutrisi mikronutrien yang ditemukan pada sayuran, termasuk karoten, lycopene, vitamin A, E, dan K. Menurut sebuah penelitian yang ditunjukkan oleh seorang ilmuwan di Iowa State University.

Menurut Wendy White, peneliti sekaligus profesor ilmu pangan dan gizi manusia, menambah jumlah minyak dapat meningkatkan penyerapan nutrisi. Namun tidak boleh berlebih, cukup dua sendok makan sehari. Untuk percobaan ini, Wendy bereksperimen menggunakan minyak kacang kedelai yang kerap digunakan dalam salad dressing komersial.

3. Salad dan telur

Selain mendapatkan asupan protein, memasangkan telur utuh dengan salad yang terdiri dari kacang, biji-bijian dan alpukat membantu menyerap empat sampai tujuh kali lebih banyak vitamin E. Fungsi vitamin E sebagai antioksidan dan bersifat anti-inflamasi.

4. Sereal dan susu

Tubuh terkadang tidak mendapat cukup vitamin D. Karenanya, Anda bisa menaikkan kadar vitamin D dengan mengonsumsi ikan, seperti tuna dan salmon. Selain pada ikan, vitamin D juga hadir dalam keju dan kuning telur.

Namun cara lain yang lebih simpel untuk mendapatkan asupan vitamin D adalah dengan mengonsumsi susu dan sereal dalam waktu yang sama, misal pada saat sarapan.

5. Daging dan sayuran

Zat besi dibutuhkan untuk memproduksi sel darah merah, yang mengangkut oksigen melalui tubuh Anda. Selain itu zat besi bisa mengatasi kelesuan dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Namun, kebanyakan wanita tidak mendapatkan cukup asupan zat besi tersebut, padahal ini sangat penting selama masa kehamilan.

Zat besi terkandung pada daging dan ikan. Agar zat besi dapat diserap dengan lebih baik bisa disajikan secara berbarengan dengan makanan yang kaya vitamin C, seperti sup tomat, salad, tumis paprika, atau sayuran seperti brokoli, kembang kol dan brussel sprouts.

diet tinggi serat

Sedang Diet Sehat dengan Diet Tinggi Serat

Saat ini ada berbagai macam jenis diet untuk menurunkan berat badan. Salah satu diet yang dipercaya mampu menurunkan berat badan dengan cepat yaitu diet tinggi serat. Seberapa efektifkah diet jenis tersebut dan bagaimana cara kerjanya?

Serat adalah karbohidrat yang ditemukan pada makanan nabati seperti buah, sayur, dan biji-bijian.  Tidak seperti karbohidrat lainnya, serat tidak mudah dipecah dan dicerna oleh tubuh. Karena itu, serat justru akan menggelontor dan melancarkan sistem percernaan dengan mudah tanpa menyebabkan kenaikan kadar gula darah.

Inilah mengapa serat umumnya dapat membantu menurunkan kolesterol, mencegah sembelit, dan mengatasi berbagai masalah gangguan pencernaan.

Serat terbagi menjadi dua macam, yakni serat larut dan serat tidak larut. Apa bedanya serat tidak larut dan serat larut? Berikut perbedaannya.

  1. Serat tidak larut

Sesuai namanya, serat tak larut memang tidak bisa larut dalam cairan. Serat ini berfungsi membantu mencegah sembelit. Biasanya, serat jenis ini ditemukan di biji-bijian, sereal gandum, dan sayuran seperti wortel, seledri, serta tomat.

  1. Serat larut

Serat yang larut dalam air akan menyerap cairan sehingga wujudnya akan mengental dalam pencernaan Anda. Serat ini membantu mengendalikan kadar gula dalam darah dan mengurangi kolesterol. Serat jenis ini bisa Anda temukan pada bubur gandum, kacang-kacangan, apel, buah beri, serta pir.

Bagaimana serat bisa menurunkan berat badan?

Pada dasarnya, serat membantu mengurangi berat badan dengan cara membuat kita merasa kenyang tanpa memakan banyak kalori. Serat merangsang reseptor yang memberi tahu otak bahwa sudah waktunya berhenti makan.

Dalam hal ini serat tidak bekerja sendirian, serat butuh asupan air yang cukup supaya bisa bergerak melalui sistem pencernaan. Selain itu, mengonsumsi air juga membantu melawan rasa lapar.

Hal yang perlu diingat, jika Anda berencana untuk melakukan diet tinggi serat, lakukan secara bertahap. Hal ini dimaksudkan agar tubuh mampu menyesuaikan diri. Perut terasa kurang nyaman, kram, bahkan diare bisa

Studi dari American Heart Association menunjukan bahwa orang-orang yang memperbanyak porsi makanan berserat tanpa mengurangi porsi makanan lainnya, kehilangan berat badannya sebanyak orang yang diet rendah lemak. Dari studi tersebut dapat disimpulkan bahwa orang yang mengonsumsi lebih banyak serat cenderung memiliki bobot tubuh yang lebih sehat.

 

Makanan tinggi serat

Dalam diet tinggi serat, Anda harus mengonsumsi makanan tinggi serat sesuai dengan ketentuan. Wanita di bawah 50 tahun disarankan mengonsumsi paling tidak 25 gram serat per harinya. Sedangkan pria butuh lebih banyak serat, yaitu sekitar 38 gram setiap hari.

Pilih makanan yang paling alami dan tidak melewati terlalu banyak proses olahan, maka akan semakin tinggi seratnya. Selain itu, semua buah dan sayuran mengandung serat, kebanyakan serat terkandung dalam kulitnya. Itu berarti memakan apel, pir, anggur, dan jambu dengan kulitnya lebih baik. Dengan syarat Anda sudah membersihkan dan mencuci buah sampai bersih.

Berikut beberapa jenis makanan yang bisa dikonsumsi untuk melakukan diet tinggi serat:

  • Biji-bijian dan gandum seperti bubur gandum (oatmeal), kuaci, dan chia seed
  • Roti, terutama jenis roti gandum
  • Buah-buahan seperti pir, raspberry, blackberry, dan pisang
  • Sayuran seperti brokoli, wortel, dan sawi

Manfaat lain dari diet tinggi serat

Selain terbukti menurunkan berat badan, ada beberapa keuntungan lain dari diet tinggi serat, di antaranya:

  1. Membantu menjaga kesehatan usus.

Serat yang terkandung dalam makanan meningkatkan berat dan ukuran feses serta melembutkannya. Jika makanan yang Anda konsumsi membuat feses lebih cair, serat akan membantu memadatkannya karena serat menyerap banyak air. Selain itu, diet tinggi serat menurunkan risiko terjadinya wasir dan penyakit di usus besar.

  1. Menurunkan kadar kolesterol

Serat yang ditemukan dalam kacang-kacangan serta gandum membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Studi juga menunjukkan bahwa makanan berserat tinggi bermanfaat untuk kesehatan jantung lainnya, seperti mengurangi tekanan darah dan pembengkakan jantung.

  1. Mengendalikan kadar gula dalam darah

Serat larut dapat membantu memperlambat penyerapan gula dan memperbaiki kadar gula dalam darah. Diet sehat yang mencakup serat yang tidak larut juga dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 (kencing manis).

Sumber: Kompas.com

Copyrights © 2017 Jamu Heritage. All Rights Reserved.