Jamu Heritage

Jamu merupakan warisan budaya pengobatan asli Indonesia yang telah dilestarikan secara turun-temurun. Jamu, yang terdiri dari racikan berbagai tanaman herbal, dipercaya dapat memberikan khasiat baik bagi tubuh karena telah digunakan bahkan jauh sebelum dikenalnya dunia pengobatan modern.

kanker pada anak

Kenali Gejala Kanker yang Umum Menyerang Anak

16/02/2018

 

Bertepatan dengan Hari Kanker Anak Sedunia yang jatuh pada Kamis (15/2/2018), Abdul Kadir, Direktur Utama Rumah Sakit (RS) Kanker Dharmais, meminta para orangtua untuk lebih waspada terhadap potensi kanker pada anak.

“Kanker ini tidak hanya menyerang dewasa, justru banyak pada anak-anak,” kata Kadir dalam acara peringatan Hari Kanker Anak Internasional di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta.

“Anak-anak di sini yang umurnya di bawah 18 tahun. Dari tahun ke tahun anak-anak yang menderita kanker meningkat. Dari seluruh pasien kanker di dunia, lebih dari dua persennya  adalah anak-anak,” imbuhnya.

Baca Juga: 10 Kebiasaan Buruk Sehari-Hari yang Dapat Berbahaya

Kadir menyebut, terdapat enam jenis kanker yang umum menyerang anak-anak, yaitu leukimia, retinoblastoma, neuroblastoma, limfoma malignum, osteosarcoma, dan karsinoma nasofaring.

Orangtua hendaknya mengenali gejala dari keenam kanker tersebut supaya  anak mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

Haridini Intan, Kepala Instalasi Anak RS Kanker Dharmais menjelaskan, retinoblastoma merupakan kanker yang paling mudah dikenali cirinya.

Ketika anak berumur 1-5 tahun, tanda kanker mata mulai tampak. Orangtua patut curiga jika anak mengalami kornea membengkak, mata juling, dan jaringan bola mata meradang.

Gejala lain yang dikatakan Haridini yakni anak mulai kabur pandangannya, dan manik mata berubah putih yang seharusnya hitam.

“Sebenarnya kalau untuk anak, deteksi dini kanker bisa diketahui bersamaan waktu imunisasi atau saat memandikan mereka. Orang tua melihat apakah ada benjolan di tubuh,” ujar Haridini.

Sedangkan untuk leukimia, orangtua harus mulai memerhatikan kondisi anak yang sering demam, pucat, lesu, dan kerap terjadi perdarahan tiba-tiba misalnya mimisan. Jika dibiarkan, imunitas anak menurun dan berdampak pada penanganan yang terlambat.

Selanjutnya, orangtua patut mengenali benjolan-benjolan yang terdapat pada tubuh anak.

Apabila sewaktu-waktu melihat ada benjolan membesar di perut anak, kemungkinan anak terserang kanker saraf. Apalagi jika daerah sekitar mata menampilkan warna kebiruan pada kulit.

Gejala yang bisa dilihat dari kanker kelenjar getah bening yakni jika anak memiliki benjolan lebih dari dua sentimeter pada titik-titik yang lunak di tubuh seperti ketiak.

Baca Juga : Kanker Bukan Sebuah Akhir

Benjolan tanda kanker getah bening terus membesar namun tidak menimbulkan rasa nyeri. Tanda lainnya adalah anak juga menjadi mudah lesu, sesak napas, demam, dan tidak bersemangat beraktivitas.

Berikutnya, kanker tulang pada anak dicirikan dengan pegal-pegal yang tidak kunjung berkurang setelah anak beraktivitas.

Tulang menjadi nyeri  sehingga area sekitarnya memerah dan menghangat. Anak tiba-tiba mengalami patah tulang padahal tidak terkena benturan atau apapun.

Mimisan, hidung tersumbat, telinga berdengung, getah bening di leher membesar, dan gangguan pada telinga menjadi tanda adanya kanker karsinoma nasofaring pada anak.

“Jika ada kecurigaan kanker, orangtua segera memastikannya lewat dokter. Kanker yang ditemukan pada stadium awal, akan lebih awal pula pengobatannya,” imbuh Kadir.

 

Sumber: Kompas.com

 

Stop Cancer

Tahun Lalu Ada 3,1 Juta Kasus Kanker yang Terdeteksi

15 Februari 2018

Kementerian Kesehatan mengklaim berhasil mendeteksi 3,1 juta kanker pada wanita sepanjang 2017. Angka itu termasuk sangat tinggi sehingga Kemenkes mendorong pentingnya kepedulian terhadap penyakit kanker.

”Tahun lalu adalah tahun tertinggi [Kemenkes] bisa melakukan deteksi dini kanker payudara dan serviks. Sekitar 3 juta seratus ribu sasaran wanita yang diperiksa,” kata Subuh, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan, dalam keterangan resmi, Rabu (14/2/2018).

Bertepatan dengan Hari Puncak Kanker pada Selasa (13/2), Subuh berharap agar jumlah deteksi dini kanker pada tahun ini bisa lebih bertambah. Semakin terdeteksi sejak awal, gejala kanker yang diderita bisa cepat ditangani.

”Kalau ingin Indonesia mengetahui status kanker, perlu 37 juta pemeriksaan. Kalau 3 juta per tahun bisa 12 tahun lebih untuk mengetahuinya. Ini adalah momen yang paling baik,” tambahnya.

Adapun, Hari Kanker Sedunia 2018 digelar dalam rangkaian acara satu bulan. Surat edaran tentang Peringatan Hari Kanker Sedunia 2018 ke-34 Provinsi pun telah disebar dengan berbagai kegiatan.

Dari rangkaian acara Hari Kanker Sedunia 2018 ini, Subuh mengapresiasi kegiatan training of trainer (ToT) yang dilakukan oleh Komite Penanggulangan Kanker Nasional pada 4-6 Februari 2018. Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat agar nantinya dapat dengan sadar melakukan deteksi kanker.

”Satu lagi kegiatan yang sangat baik sekali, dari Komite Penanggulangan Kanker Nasional Indonesia melaksanakan ToT se-nasional dengan sasaran masyarakat awam,” ucap Subuh.

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyambut baik peringatan ini. Anis mengajak warga DKI untuk melakukan deteksi dini kanker payudara, serviks, atau kanker mata pada anak-anak.

”Pada peringatan Hari Kanker ini sekaligus mengajak warga DKI terkait deteksi kanker ini. Kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di dunia, Indonesia, dan Jakarta,” kata Anies.

 

Sumber: Bisnis.com

kebiasaan buruk

10 Kebiasaan Buruk Sehari-Hari yang Dapat Berbahaya

12/02/2018

Kanker merupakan penyakit paling berisiko menyebabkan kematian kedua di dunia. Di tahun 2015 angka kematian akibat kanker mencapai 8,8 juta.

Ada beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan kanker. Misalnya kebiasaan buruk, berat badan, makanan yang kurang sehat, kurang aktivitas fisik, merokok dan konsumsi alkohol yang berlebih.

Mengutip Boldsky, berikut kebiasaan buruk yang bisa menyebabkan kanker.

1. Pengharum ruangan
Pengharum ruangan sering digunakan untuk mengatasi bau ruangan yang tidak sedap. Namun, pengharum ruangan ini tidak meningkatkan kualitas udara pada ruangan.

Sebaliknya, pengharum ruangan mengandung zat berbahaya yang menyebabkan kanker. Zat berbahaya ini akan masuk ke hidung saat disemprotkan ke ruangan.

2. Minuman beralkohol
Mengonsumsi minuman beralkohol telah terbukti dapat meningkatkan risiko kanker. Sebuah studi mencatat mengonsumsi minuman beralkohol dua kali dalam sehari dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan, kanker usus besar, kanker rektum dan kanker payudara.

3. Pil KB
Pil KB, dikonsumsi untuk mencegah kehamilan. Mengonsumsi pil KB dapat meningkatkan risiko kanker payudara juga kanker serviks dan hati.

4. Lilin
Sebuah penelitian mengatakan bahwa asap dari lilin parafin mengandung karsinogen dan komponen bahan bakar fosil lainnya. Untuk menggantikan penggunaan lilin parafin sebaiknya gunakan lilin lebah murni karena tidak berbahaya bagi tubuh.

5. Asap mobil
Orang yang lebih sering terkena asap dari bahan bakar disel akan memiliki masalah kesehatan. Asap dari mobil bisa menyebabkan kanker paru-paru dan penyakit pernapasan lainnya. Diesel dan bensin melepaskan karbon monoksida dan hidrokarbon yang beracun.

6. Kosmetik
Perempuan sering menggunakan make up untuk meningkatkan penampilan. Namun bahan kimia yang terkandung pada kosmetik akan tetap ada di dalam tubuh sekalipun sudah membersihkan wajah. Sebaiknya gunakan kosmetik dengan bahan organik untuk mengurangi risiko kanker kulit.

7. Makanan yang dibakar
Ikan, ayam, atau makanan lain yang diolah dengan cara dibakar akan menyebabkan beberapa bagian menjadi gosong. Meskipun memiliki rasa yang lezat, makanan yang dibakar bisa meningkatkan risiko kanker perut, usus besar dan pankreas.

8. Makanan kaleng
Wadah dari bahan logam yang digunakan untuk mengemas makanan mengandung bahan kimia berbahaya. Mengkonsumsi makanan kaleng akan menye babkan gangguan hormon dan perubahan DNA yang berakibat pada kanker payudara.

9. Diet Soda
Diet soda mengandung pemanis buatan yang dapat meningkatkan kanker pankreas dan jenis kanker lainnya. Beberapa penelitian juga telah menunjukkan bahwa diet soda bisa menyebabkan kanker kandung kemih dan tumor otak.

10. Tabir surya
Kebanyakan orang menggunakan sunscreen atau tabir surya untuk mencegah masalah kulit. Namun sunscreen mengandung bahan yang disebut zinc oxide yang menghasilkan radikal bebas yang bisa menyebabkan kerusakan DNA dan memicu pertumbuhan kanker.

 

Sumber : CNNIndonesia.com

Sayur Asparagus

Sayur Asparagus Memiliki Kandungan yang Dapat Membantu Penyebarang Sel Kanker Payudara

Kanker pada dasarnya adalah sel dalam tubuh yang bermutasi menjadi ganas membelah diri tanpa kontrol. Untuk itu kanker butuh nutrisi memadai sehingga akhirnya bisa berkembang menyebar secara luas di dalam tubuh.

Terkait hal tersebut studi terbaru menemukan satu nutrisi yang tampaknya disukai oleh sel kanker yaitu asparagine. Dipublikasi dalam jurnal Nature peneliti dari Cancer Research UK Cambridge Institute melihat spesifiknya kanker payudara pada tikus dapat menyebar dengan lambat ketika sang hewan diberi makan diet rendah asparagine. Asparagine sendiri adalah suatu zat asam amino yang banyak terdapat pada sayur asparagus.

Normalnya tikus dengan kanker payudara ganas akan mati dalam waktu beberapa minggu. Ketika dietnya diganti secara khusus rendah asparagine peneliti mendeskripsikan sel kanker jadi ‘kesulitan’ berkembang.

“Kami menemukan semakin banyak bukti bahwa kanker tertentu punya kesukaan tertentu dalam komponen diet kita,” kata Profesor Greg Hannon.

“Di masa depan kita mungkin bisa memodifikasi diet pasien atau mengembangkan obat yang bisa mengubah bagaimana sel tumor ini mengakses nutrisi dengan harapan memperbaiki angka keberhasilan terapi,” lanjutnya.

Lalu apakah berarti pasien kanker payudara harus menghindari asparagus? Jawabannya masih belum tentu karena studi masih dilakukan pada hewan dan normalnya asparagine sulit dihindari dalam diet sehari-hari.

Oleh karena itu peneliti ke depannya mungkin akan berusaha mengembangkan diet minuman khusus yang seimbang dalam nutrisi namun rendah asparagine.

Tahun lalu studi serupa juga dilakukan oleh para peneliti di Glasgow. Eksperimen menunjukkan pembatasan asam amino serine juga dapat memperlambat pertumbuhan kanker limfoma dan kanker usus.

Sumber : Detik.com

 

Kanker Usus

6 Gejala Kanker Usus yang Harus Diketahui

05 Februari 2018

Kanker usus merupakan jenis kanker yang terbesar yang diidap pria di Indonesia. Sayangnya, tidak semua tahu mengenai gejala penyakit ini.

“Masyarakat mungkin merasa tidak nyaman ketika membicarakan sesuatu yang terjadi pada tubuhnya. Dan, tidak semua orang melakukan skrining, dan banyak yang takut melakukan skrining,” dokter penyakit dalam yang mendalami saluran pencernaan Brigham and Women’s Hospital, Amerika Serikat, Jennifer Inra.

Jangan salah, kanker usus bukan cuma menyerang mereka yang paruh baya saja. Dalam Journal of the National Cancer Institute, ada peningkatan stabil pada angka penderita kanker usus pada orang muda usia 20 sampai 30 tahun.

Berikut enam gejala yang perlu diperhatikan pada saat seseorang terkena kanker usus. Selengkapnya mengutip Today, Senin (5/2/2018).

  1. BAB berdarah

Salah satu tanda peringatan paling umum adalah pendarahan pada rektum seperti disampaikan tenaga medis di bidang onkologi Columbia University Mailman School of Public Health, Alfred Neugut. Bila buang air besar disertai darah, segera konsultasi ke dokter. Darah tersebut bisa berwarna merah terang atau gelap.

“Banyak orang tidak melihat feses usai BAB, padahal penting untuk melihatnya untuk tahu apa yang terjadi pada tubuh,” kata Inra ketika memberi tahu gejala paling sering kanker usus. Konsumsi sayuran untuk cegah kanker dan hidup yang lebih sehat.

  1. Kekurangan zat besi

Ketika terjadi pendarahan pada kanker usus menyebabkan hilangnya zat besi dari tubuh. Itu alasan kenapa penting rajin tes darah untuk mengetahui anemia atau tidak.

  1. Perut nyeri

Kehadiran tumor usus bisa menyebabkan rasa nyeri atau kram atau ketidaknyamanan lainnya pada perut seperti disampaikan Inra. Selain rasa nyeri, bisa juga mengalami mual dan muntah.

  1. Sembelit

Ketika ada masalah pada saluran pencernaan, bakal memengaruhi bentuk feses atau frekuensi BAB. “Jika BAB lebih tipis dari biasanya mungkin ada tumor di usus. Perhatikan juga perubahan lain misalnya sembelit,” kata Inra.

  1. Ingin BAB, tapi tidak bisa

Tanesmus adalah perasaan ingin mengosongkan perut, tapi saat ke belakang tidak ada feses yang dikeluarkan. Bila ini terjadi, kata Inra, bisa saja karena ada tumor di rektum.

  1. Berat badan turun tanpa alasan jelas

Penurunan berat badan selalu menjadi tanda pada kanker usus dan kanker lainnya. Kelihatannya sudah makan banyak, tatapi malah kurus seperti disampaikan National Cancer Institute.

 

Sumber: liputan6.com

 

Hari Kanker

Kanker Bukan Sebuah Akhir

05 Februari 2018

Banyak kemajuan telah dicapai dalam diagnosa dan perawatan kanker. Namun, statistik mengenai hal ini masih sangat mengecewakan. Kanker adalah penyebab utama nomor dua kematian di seluruh dunia, membunuh hampir sembilan juta orang setiap tahun, dengan sekitar 14 juta kasus baru didiagnosa.

Penyebab paling umum kematian terkait kanker adalah kanker paru-paru, hati, usus besar, perut, dan payudara. WHO melaporkan penggunaan tembakau adalah faktor risiko paling penting, diikuti alkohol, diet yang tidak sehat, dan kekurangan kegiatan fisik.

Pejabat WHO bidang pengendalian kanker Andre Ilbawi mengatakan sekitar 70 persen kematian terkait kanker terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah, sementara jumlah kasus di negara-negara itu meningkat dalam laju yang cepat dan merisaukan.

Ia menyatakan bahwa ini menyebabkan keprihatinan, tetapi kepada kami ia mengatakan bahwa tindakan-tindakan sederhana dapat dilakukan bahkan di negara yang paling miskin untuk menangani masalah ini.

“Pertama dan paling penting, prioritas utama adalah mendiagnosa kanker secara dini. Ini adalah intervensi yang lebih signifikan daripada kemajuan teknologi dan obat-obatan mahal yang mungkin tidak terjangkau di negara-negara berpenghasilan rendah. Mengidentifikasi kanker secara dini adalah cara paling efektif untuk merawatnya dan dengan memberikan perawatan dasar, kita dapat menyelamatkan sejumlah besar pasien kanker dengan sumber daya yang minimal,” jelas Ilbawi.

Ilbawi menambahkan, tindakan-tindakan penting yang dapat dilakukan negara-negara berkembang mencakup meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kanker, deteksi dini melalui diagnosa yang lebih baik dalam layanan kesehatan primer dan akses ke perawatan yang terjangkau.

Organisasi Kesehatan Sedunia juga menekankan pentingnya gaya hidup yang sehat. Dikatakan, makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan, gerak badan secara teratur, tidak menggunakan tembakau dan konsumsi alkohol secara moderat dapat menurunkan risiko kanker sampai sepertiga.

 

Sumber : VOAIndonesia.com

 

Kanker Otak

Gejala Kanker Otak yang Patut Anda Waspadai

31 Januari 2018

Kanker merupakan salah satu penyakit paling berbahaya didunia, kanker adalah satu dari beberapa penyakit yang paling membunuh, dan bahkan sebagian besar penderita kanker tak mampu bertahan.

Berbicara tentang penyakit kanker, kanker mempunyai banyak jenis, salah satunya yaitu kanker otak. Kanker otak memang terdengar sangat mengerikan sekali, namun banyak orang yang tak sadar akan bahaya serta gejala kanker otak, terutama wanita. Kanker otak sendiri dibedakan menjadi 2 yaitu tumor primer dan tumor skunder.

Tumor primer yaitu tumor pada otak yang jarang menyebar, sedangkan tumor sekunder merupakan tumor yang dimulai dari bagian tubuh lainnya seperti paru-paru yang kemudian menyebar hingga ke otak.

Untuk menjaga kewaspadaan akan bahaya kanker otak. kita harus tahu akan gejala kanker otak sehingga kita lebih cepat dapat menanganinya. Berikut Gejala Kanker Otak Pada Pria Yang Wajib Anda Ketahui.

  1. Sakit kelapa parah

Sakit kepala memang menjadi tanda atau gejala dari beberapa penyakit. Sakit kepala sering dianggap sepele, karena merupakan salah satu penyakit umum dan kategori penyakit ringan. Namun jika anda meraskaan sakit kepala parah, anda wajib waspada, karena bisa jadi itu adalah kanker otak. Sakit kepala karena kanker otak, terjadi sangat parah dan tak tertahankan, dan akan terjadi berkali-kali dalam waktu yang lama serta diiringi dengan rasa mual dan muntah.

  1. Mual dan muntah yang tak terkendali

Seperti yang telah disebutkan pada point pertama, bahkan kanker otak akan menyebabkan sakit kepala parah serta mual dan muntah. Mual muntah memang hal yang biasa terjadi, namun jika hal ini tejadi hingga tak tertahan anda wajib waspada, terlebih jika usia anda diatas 40 tahun, segeralah pergi ke dokter.

 

Baca Juga : Kanker Payudara Juga Bisa Menyerang Pria. Kenali Gejalanya

 

  1. Sering bingung dan pikiran kabur

Ketika pikiran blang, kabur dan mudah bingung terjadi saat kita lelah dan banyak masalah, mungkin hal tersebut adalaha hal yang wajar, namun jika hal tersebut terjadi berkali-kali bahkan dalam keadaan biasa-biasa saja, anda wajib pergi ke dokter, karena bisa jadi hal tersebut dikarenakan kanker otak yang sangat mematikan.

  1. Kehilangan kendali otot dan ceroboh

Otak merupaka jaringan atau bagian tubuh yang mengendalikan semua fungsi tubuh. Nah ketika otak bermasalah seperti terserang kanker otak, tentu hal ini juga akan berdamapak pada anggota tubuh seperti kehilangan kendali otot. Hal ini sering terjadi seperti anda terlepas saat memenggan sesuatu seperti gelas dan lain sebagainya.

  1. Membuat pengelihatan bermasalah

Tidak hanya menyebabkan sakit kepala luar biasa, kanker otak juga akan mengganggu pengelihatan. Kanker otak akan menganggu sistem pengeliatan sehingga pengelihatan anda akan menjadi kabur dan tidak jelas.

  1. Kejang

Kejang juga merupakan salah satu dari gejala kanker otak. Kejang ini dikarenakan ada gangguan pada otak. Umumnya sel kanker akan menekan sel otak yang akan menyebabkan aliran listrik yang kemudia membuat orang menjadi kejang.

Demikianlah informasi tentang Gejala Kanker Otak Pada Pria Yang Wajib Anda Ketahui. Jangan anggap remeh gejala-gejala diatas, jika anda mengalami gejala diatas, baiknya segera pergi ke dokter. Semoga informasi diatas bermanfaat. Terimakasih.

 

Kanker Payudara

Kanker Payudara Juga Bisa Menyerang Pria. Kenali Gejalanya

Kanker payudara sering dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang wanita, padahal pria juga bisa mengidap kanker tersebut. Kanker dapat berkembang pada jaringan payudara kecil pria, tepatnya di belakang puting. Ya, kanker dapat berkembang pada jaringan payudara apapun, baik berukuran besar, atau pun kecil pada pria.

Salah satu gejala awal yang paling mudah ditemukan adalah terdapat benjolan keras, dan terasa sakit pada salah satu bagian payudara. Itu diungkapkan oleh dokter spesialis bedah konsultan bedah onkologi, dr. M. Yadi Permana, Sp. B (K) Onk.

“Pada dasarnya gejala kanker payudara pada pria, lebih mudah ditemukan dibandingkan dengan wanita. Namun para pria lebih terkesan cuek dan menganggap tabu, sehingga jarang melakukan pemeriksaan,” ucapnya saat dalam acara Serba Serbi Kanker Payudara di Jakarta Selatan, Senin, 29 Januari 2018.

Baca Juga : Kurangi Resiko Kanker Dengan Menjaga Berat Badan Ideal

Gejala awal kanker payudara pada pria pun sama dengan pada wanita. “Gejalanya sama seperti terdapat benjolan keras pada dada, benjolan tersebut tidak bergerak, kulit pada area payudara berubah warna kemerahan, berubah tekstur kulit seperti kulit jeruk, bahkan keluar cairan dari payudara,” ucapnya.

Dokter Yadi juga mengatakan, kanker payudara bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari faktor genetik atau keturunan, hingga pola hidup tak sehat seperti merokok dan minum minuman keras. Jika sudah terdapat tanda-tanda seperti di atas, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan dengan cara USG payudara dan Mammografi.

Sumber : Viva.co.id

berat badan ideal

Kurangi Resiko Kanker Dengan Menjaga Berat Badan Ideal

Mengingat kanker dapat menyerang siapa saja, dan jumlah orang yang terpapar kanker terus bertambah setiap tahun, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) mengimbau agar kita semua bisa mencegah penyakit ini dengan menerapkan tiga komponen utama hidup sehat.

Pertama, menjaga berat badan ideal. Ketua YKI, Prof DR dr Aru Wisaksono Sudoyo SpPD KHOM mengatakan kita tidak harus memaksakan diri untuk menurunkan berat badan jika memang tidak mampu.Kalau badan sudah gemuk dan merasa tidak sanggup untuk menurunkannya, coba untuk tetap mempertahankan berat badan tersebut.

Baca Juga : 8 Makanan ini Dapat Mengurangi Risiko Kanker Payudara

“Mempertahankan dalam arti, jangan sampai berat itu naik lagi,” kata Aru dalam sebuah diskusi Kita Bisa, Aku Bisa: Waspadai Mitos Kanker di kawasan Senayan pada Jumat, 26 Januari 2018.  Beda Benjolan Tumor dan Kanker di Payudara. Pertahankan berat badan yang ada dengan mengontrol asupan makan sehari-hari. Dari kebiasaan itu, lambat laun berat badan akan turun dengan sendirinya tanpa orang itu sadari.

“Kalau kita bilang turunkan berat badan, pasti yang dibayangkan susahnya saja. Dengan seperti ini, mereka tidak sadar saja kalau itu membantu menurunkan berat badannya,” kata Aru menambahkan. Selain mengatur pola makan sehat, lanjut Aru, berat badan bisa tetap ideal jika diimbangi dengan olahraga teratur.

Menurut Aru, jika Anda mengikuti panduan ini, risiko terkena kanker bisa turun sampai 35 persen atau bahkan 50 persen pada kanker tertentu. Penurunan risiko ini bahkan bisa lebih besar jika Anda tidak minum alkohol dan tidak merokok. Aru menambahkan, dari hasil sebuah riset yang ditemukan Union for International Cancer Control (UICC), menunjukkan, pasien kanker payudara dapat mengurangi risiko terjangkit kembali sampai 40 persen dengan rutin melakukan aktivitas fisik.

Tidak perlu berat, yang ringan saja merupakan cara menyenangkan yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko kanker.

Sumber : Liputan6.com

 

kanker limfoma hodgkin

Kelenjar Getah Bening Diserang Kanker

Kanker adalah suatu penyakit ganas yang berasal dari sebuah sel dalam tubuh yang tumbuh terus menerus dan tidak terkendali. Umumnya jika seseorang terkena kanker sel tak terkendali itu sudah mencapai satu milliar sel. Jenis kanker pun saat ini beragam.

Menurut data pasien di rumah sakit kanker Dharmais, kanker payudara berada di urutan pertama yang paling banyak diderita, selanjutnya ada kanker serviks, kanker paru, kanker nasofaring, dan kanker limfoma hodgkin.

Kanker Limfoma Hodgkin merupakan kanker yang menyerang sistem kelenjar getah bening yang bagian dari sistem kekebalan tubuh manusia. Secara global, lebih dari 62 ribu orang terdiagnosa Limfoma Hodgkin, di mana sekitar 25 ribu di antaranya meninggal setiap tahun akibat penyakit ini.

Di Indonesia, angka kasus baru Limfoma Hodgkin pada 2012 mencapai 1.168 orang dengan jumlah kematian sebesar 687 orang. Angka kematian yang tinggi tersebut di Indonesia terkait erat dengan keterlambatan pendeteksian, sehingga mengakibatkan sebagian kasus kanker sudah berada pada stadium lanjut, yaitu stadium tiga dan empat.

“Sayangnya, karena tidak umum, banyak masyarakat yang tidak mengenali faktor risiko dan gejalanya,” ujar Prof. Dr. dr. Arry H. Reksodiputro, SpPD-KHOM, Ketua Perhimpunan Hematologi-Onkologi Medik (PERHOMPEDIN).

Ia menambahkan gejala-gejala jika seseorang menderita Limfoma Hodgkin adalah yang paling umum yaitu munculnya benjolan yang terdapat di leher, ketiak, atau pangkal paha. “Namun belum tentu juga orang yang memiliki benjolan di leher terkena kanker, bisa juga TBC,” ungkapnya.

Penderita penyakit ini biasanya akan mengalami demam naik turun, berkeringat pada malam hari, tubuh lemas, gatal-gatal, dan berat badan turun drastis. “Orang yang berat badannya turun drastis, misalnya sepuluh kilogram dalam berapa minggu, penyebab penyakitnya ada tiga, kalau tidak diabetes, gondok, atau kanker Limfoma Hodgkin, tapi kedua penyakit itu tidak disertai demam, jadi kemungkinannya kanker,” ujar Arry.

Untuk diagnosis penyakit biasanya dilakukan dengan cara biopsi, yaitu pengambilan sebagian kelenjar getah bening untuk didentifikasi lebih lanjut mengenai stadiumnya dan pengobatannya.

Pada penderita Limfoma Hodgkin akan ditemukan keberadaan sel Reed-Sternberg dan antigen yang bernama CD30. Pengobatan untuk penyakit ini ditentukan berdasarkan stadium kanker dan kesehatan pasien untuk menghancurkan sebanyak mungkin sel kanker dan menyembuhkan penyakit.

Jika pasien masih berada di stadium satu atau dua, pasien hanya bisa melakukan radiasi karena kanker Limfoma Hodgkin belum terlalu menjalar ke organ-organ lainnya. Sementara untuk stadium tiga dan empat, pasien wajib melakukan kemoterapi. Sebenarnya bisa juga melakukan transplantasi tetapi sayangnya untuk melakukan transplantasi sumsum tulang belakang yang memproduksi sel-sel dalam tubuh masih belum banyak dilakukan.(gma/R-1)

Dua Jenis Pengobatan

Pengobatan untuk penderita kanker Limfoma Hodgkin yang terkenal adalah radioterapi dan kemoterapi. Radioterapi umumnya dilakukan pada pasien dengan kanker stadium awal, sementara kemoterapi dilakukan untuk pasien dengan kanker stadium lanjut.

Radioterapi merupakan pengobatan memanfaatkan sinar sebagai energi intensif untuk membunuh sel kanker. Terapi ini menggunakan kekuatan X-ray namun dapat juga memanfaatkan kekuatan energi lain yang akan bekerja dengan cara merusak DNA dari sel kanker yang kemudian menghentikan pertumbuhannya.

Baca Juga : Benjolan Pada Tempat Tertentu Ini Bisa Menandakan Hal Buruk Lho, Apa Saja ?

Radioterapi memiliki efek samping namun berbeda-beda, tergantung pada kondisi tubuh masing-masing pasien. Yang paling sering muncul adalah mual, kulit menghitam pada bagian tubuh yang terkena radiasi, rambut rontok, kelelahan, gangguan menstruasi bagi wanita, dan gangguan pada jumlah dan kualitas sperma untuk pria. Tidak hanya itu saja, pasien yang menjalani radioterapi juga akan mengalami penurunan nafsu makan dan memiliki masalah pada sistem pencernaannya.

Sementara kemoterapi adalah pemberian obat yang disuntikkan ke pembuluh darah dan mengalir ke seluruh tubuh untuk membunuh sel kanker. Namun pengobatan kemoterapi ini tidak hanya membunuh sel kankernya saja, pertumbuhan sel normal lainnya juga ikut hancur.

Efek samping dari kemoterapi ini muncul karena obat yang masuk ke tubuh tidak dapat membedakan sel kanker dan sel normal seperti sel darah, sel kulit, menjadi ikut mengalami dampak dari kemoterapi. Rambut rontok, nyeri, kehilangan nafsu makan, mual, sesak nafas, kulit kering, sering terkena infeksi, pendarahan, dan sulit tidur merupakan efek samping yang didapatkan pasien yang menjalani kemoterapi, tetapi efek samping tersebut akan menghilang setelah pengobatan selesai. (gma/R-1)

Terapi Bertarget

PT Takeda Indonesia mengumumkan inovasi terapi terbaru untuk para pasien kanker Limfoma Hodgkin, yaitu terapi Antibody Drug Conjugate atau terapi bertarget. Obat dari terapi ini diikat dengan antibodi sehingga obat tersebut hanya akan memerangi sel kanker saja yang berada di dalam tubuh.

“Karena antibodi hanya membunuh kuman saja yang menjadi targetnya,” kata Dr. dr. Dody Ranuhardy, SpPD-KHOM, MPH, Sekjen PERHOMPEDIN.

Ia menambahkan berbeda dengan kemoterapi yang memerangi sel kanker namun sel normalnya ikut hancur, pada terapi bertarget ini hanya sel kankernya yang kena. “Kalau obat terapi masuk ke sel-sel tertentu saja jadi hanya kena si sel kanker tetapi tidak kena ke sel-sel normal,” terangnya.

 

Dody menjabarkan hal ini dilandaskan dari penelitian yang dilakukan selama sepuluh tahun pada pasien kanker Limfoma Hodgkin. Dari sebuah penelitian tersebut ditemukan antigen CD30 pada sel kanker pasien yang kemudian menjadi tanda sebagai target dari antibodi terapi bertarget ini.

“Saat ini obatnya memang baru satu-satunya di Indonesia, kalau di luar negeri sudah ada sejak dua atau tiga tahun lalu,” tambahnya.

Meskipun masih sangat baru, pasien menunjukkan respon yang sangat baik dari terapi bertarget ini.

“Kalau dahulu dengan menghancurkan sel kankernya, tetapi sekarang melumpuhkan sel kankernya sehingga sel kanker tersebut mati sendiri,” katanya.

Terapi bertarget ini juga cocok digunakan untuk pasien kanker Limfoma Hodgkin yang relaps atau kambuh lagi.

“80 persen pasien bisa sembuh, namun 20 persennya bisa kambuh lagi,” ujarnya.

Penyebab relaps pun beragam, bisa dikarenakan usianya yang di atas 60 tahun sehingga daya tahan tubuhnya kurang, sering mengalami infeksi berulang-ulang, dan tingkat sel kanker yang tumbuh cepat sehingga semakin resistan.

Sumber : Koran Jakarta 

Copyrights © 2017 Jamu Heritage. All Rights Reserved.