Monthly Archives: February 2019

Kanker darah Leukimia

Faktor Penyebab dan Jenis Kanker Darah yang Paling Sering Terjadi

Kanker darah atau leukemia adalah kanker yang menyerang sel-sel yang membentuk sel darah dalam sumsum tulang. Pada kondisi normal, sel-sel darah putih akan berkembang secara teratur di saat tubuh membutuhkannya untuk memberantas infeksi yang muncul.

Namun lain halnya dengan pengidap kanker darah. Sumsum tulang akan memproduksi sel-sel darah putih yang abnormal, tidak dapat berfungsi dengan baik, dan secara berlebihan. Jumlahnya yang berlebihan akan mengakibatkan penumpukan dalam sumsum tulang sehingga sel-sel darah yang sehat akan berkurang.

Jenis-jenis Kanker Darah

Ada berbagai jenis kanker darah. Berdasarkan kecepatan perkembangannya, kanker ini dapat dikelompokkan menjadi akut dan kronis.

Kanker darah akut berkembang dengan cepat akibat penambahan jumlah sel darah putih yang abnormal yang pesat dan penyebarannya ke dalam aliran darah. Jenis ini harus ditangani dengan segera.

Sementara itu, kanker darah kronis berkembang secara perlahan-lahan dan dalam jangka panjang. Gejalanya cenderung tidak segera dirasakan sehingga baru terdiagnosis setelah bertahun-tahun. Sel-sel darah putih yang seharusnya sudah mati akan tetap hidup dan menumpuk dalam aliran darah, sumsum tulang, serta organ-organ lain yang terkait.

Kanker darah juga dapat dikategorikan menurut jenis sel darah putih yang diserang. Kanker darah yang menyerang sel-sel limfa dikenal dengan istilah leukemia limfotik dan yang menyerang sel-sel mieloid disebut leukemia mielogen.

Berdasarkan dua pengelompokan di atas, terdapat empat jenis kanker darah yang paling sering terjadi. Berikut ini penjelasan untuk masing-masing jenis.

Leukemia limfotik akut atau acute lymphocytic leukemia (ALL)

ALL dapat menghambat fungsi limfosit sehingga pengidapnya berpotensi mengalami infeksi yang serius. Kanker darah ini umumnya diidap oleh anak-anak, tapi juga mungkin menyerang dewasa.

Leukemia mielogen akut atau acute myelogenous leukemia (AML)

Ini adalah jenis kanker darah yang umumnya menyerang dewasa. Tetapi AML juga dapat diidap oleh anak-anak serta remaja. Kanker ini akan membentuk sel-sel mieloid yang tidak sempurna dan dapat menyumbat pembuluh darah.

Leukemia limfotik kronis atau chronic lymphocytic leukemia (CLL)

Jenis kanker darah ini hanya dialami oleh orang dewasa. CLL umumnya baru terdeteksi pada stadium lanjut karena pasien cenderung tidak merasakan gejala-gejalanya untuk waktu yang lama.

Leukemia mielogen kronis atau Chronic myelogenous leukemia (CML)

Jenis kanker darah ini umumnya diderita oleh dewasa. CML memiliki dua tahap. Pada tahap pertama, sel-sel abnormal akan berkembang secara perlahan-lahan. Lalu saat memasuki tahap kedua, jumlah sel-sel abnormal akan bertambah dengan pesat sehingga kondisi pasien akan menurun secara drastis.

Secara umum, kanker darah atau leukemia terjadi akibat produksi sel darah putih yang terlalu cepat sehingga banyak sel yang masih belum terbentuk secara sempurna dan akhirnya kekebalan tubuh penderitanya tidak berfungsi secara maksimal.

Gejala-gejala Kanker Darah

Gejala kanker darah sangat beragam. Tiap penderita biasanya mengalami indikasi yang berbeda-beda, tergantung kepada jenis kanker darah yang diidap.

Indikasi-indikasi kanker ini juga cenderung sulit dikenali karena cenderung mirip dengan kondisi lain, seperti flu. Karena itu, kita perlu mewaspadai gejala-gejala umum yang tidak kian membaik atau mereda, seperti:

  • Lemas atau kelelahan yang berkelanjutan.
  • Demam.
  • Menggigil.
  • Sakit Kepala.
  • Muntah-muntah.
  • Keringat berlebihan, terutama pada malam hari.
  • Nyeri pada tulang atau sendi.
  • Penurunan berat badan.
  • Pembengkakan pada limfa noda, hati, atau limpa.
  • Muncul infeksi yang parah atau sering terjadi.
  • Mudah mengalami pendarahan (misalnya sering mimisan) atau memar.
  • Muncul bintik-bintik merah pada pada kulit.

Jika Anda atau anak Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera hubungi dan periksakan diri ke dokter. Terutama untuk gejala yang sering kambuh atau tidak kunjung membaik.

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Darah

Penyebab dasar kanker darah belum diketahui secara pasti. Tetapi terdapat sejumlah faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker ini. Faktor-faktor pemicu kanker darah tersebut meliputi:

  • Faktor keturunan. Jika memiliki anggota keluarga yang mengidap kanker darah, risiko Anda untuk terkena kanker yang sama akan meningkat.
  • Kelainan genetik, misalnya sindrom down.
  • Pernah menjalani pengobatan kanker. Kemoterapi atau radioterapi tertentu diduga dapat memicu kanker darah.
  • Pengaruh kelainan darah yang diderita, misalnya myelodysplastic syndrome.
  • Pernah mengalami pajanan terhadap radiasi tingkat tinggi atau zat-zat kimia tertentu. Misalnya orang yang pernah terlibat dalam kecelakaan yang berhubungan dengan reaktor nuklir atau mengalami pajanan zat kimia seperti benzena.
  • Merokok. Rokok tidak hanya akan meningkatkan risiko kanker darah (terutama leukemia mielogen akut), tapi juga berbagai penyakit lain.

Diagnosis dan Pengobatan Kanker Darah

Pada tahap awal, dokter akan menanyakan gejala-gejala yang ada sebelum memeriksa kondisi fisik Anda. Jika menduga Anda mengidap kanker darah, misalnya karena adanya pembengkakan pada limfa noda, hati, atau limpa, dokter akan menganjurkan pemeriksaan lebih mendetail yang meliputi tes darah serta biopsi sumsum tulang.

Tes darah akan menunjukkan kadar sel darah putih yang abnormal. Sementara biopsi sumsum tulang digunakan untuk memastikan keberadaan sel-sel kanker darah. Prosedur yang dilakukan dengan mengambil sampel sumsum tulang ini juga digunakan untuk mengetahui jenis kanker darah.

Setelah diagnosis kanker darah positif, dokter akan mendiskusikan langkah pengobatan yang tepat. Jenis penanganan yang akan Anda jalani tergantung kepada banyak faktor, antara lain usia dan kondisi kesehatan Anda serta jenis dan stadium kanker darah yang Anda idap. Berikut ini adalah metode pengobatan yang umumnya dianjurkan untuk menangani kanker darah.

  • Kemoterapi untuk membunuh sel-sel kanker.
  • Radioterapi untuk menghancurkan dan menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.
  • Terapi terfokus untuk menyerang bagian-bagian rentan dalam sel-sel kanker.
  • Terapi biologis untuk membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan menyerang sel-sel kanker.
  • Transplantasi sel induk atau stem cell untuk penggantian sumsum tulang yang sudah rusak dengan yang sehat. Sel-sel induk yang digunakan bisa berasal dari tubuh Anda sendiri atau tubuh orang lain sebagai pendonor. Kemoterapi atau radioterapi biasanya akan dilakukan sebagai langkah persiapan sebelum menjalani prosedur transplantasi ini.

Badan Kesehatan Dunia (PBB) atau WHO menyatakan bahwa pencegahan merupakan strategi terbaik yang paling efektif untuk mengontrol penyakit kanker. Lebih jauh dipaparkan bahwa satu dari tiga kasus kanker sesungguhnya dapat dicegah sebelum kanker tersebut meluas dan memperparah kondisi pasien.

Skema Pencegahan Kanker ditujukan bagi Anda yang ingin melakukan pencegahan terhadap penyakit kanker. Pencegahan dapat dilakukan oleh siapa saja, baik memiliki keturunan kanker atau tidak.

Bagi anda penderita Kanker Darah, kami dari jamuheritage.com telah menyediakan Skema Pengobatan Kanker Darah lengkap dengan dosis-dosis yang dibutuhkan.

CPOTB JH

Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) Apa Itu ? Apakah Jamu Heritage Diproses Secara CPOTB ?

Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik yang disingkat CPOTB adalah seluruh aspek kegiatan dalam pembuatan obat tradisional yang bertujuan untuk menjamin agar produk yang dihasilkan senantiasa memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan sesuai dengan tujuan penggunaannya. Dengan kata lain CPOTB merupakan sebuah jaminan mutu dari setiap obat herbal.

Apakah produk-produk Jamu Heritage diproses secara CPOTB? Produk-produk Jamu Heritage dibuat dengan 100% bahan alam dan diformulasikan oleh dokter Paulus W Halim serta diproduksi dengan jaminan mutu CPOTB sehingga setiap produk jamu heritage memiliki kualitas yang baik.

Tidak seluruh industri herbal mampu memenuhi standar produksi baru dari Badan POM RI ini karena tingginya standar kualitas yang ditetapkan. Terbukti bahwa kami merupakan salah satu industri herbal di provinsi Banten yang mampu memenuhi syarat-syarat rekomendasi standar CPOTB.

Bahkan produk-produk Jamu Heritage melampaui beberapa syarat minimum yang ditetapkan diantaranya,

  • Syarat Uji Logam Berat
    Badan POM RI menetapkan setiap produk harus melampaui setidak-tidaknya TIGA uji logam berat.
    Sedangkan seluruh produk Jamu Heritage melewati LIMA Syarat Uji Logam Berat.
  • Syarat Uji Bahan Pengawet
    Badan POM RI menetapkan setiap produk harus melampaui setidak-tidaknya TIGA uji bahan pengawet.
    Sedangkan seluruh produk Jamu Heritage melewati LIMA Syarat Uji Bahan Pengawet.
  • Syarat Uji BKO (Bahan Kimia Obat)
    Badan POM RI menetapkan bahwa setiap obat tradisional harus bebas dari bahan kimia obat karena untuk menjaga ke alamian dari obat tradisional tersebut

Selain memenuhi standar produksi yang baik (melalui serangkaian persyaratan tes), seluruh produk Jamu Heritage juga didukung oleh bahan baku yang aman. Ke depannya, Jamu Heritage selalu berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik melalui produk berkualitas bagi konsumen.

 

Metastasis

Apa yang terjadi ketika kanker payudara bermetastasis di paru-paru?

Kanker payudara dapat terjadi metastatis di paru-paru mengacu pada kanker yang awalnya berkembang di dalam jaringan payudara dan telah menyebar ke paru-paru.

Kanker payudara dapat menyebar ke berbagai bagian tubuh. Hal ini disebut metastasis. Yang paling sering terjadi metastatis pada kanker payudara adalah kanker tulang, otak, paru-paru, dan hati.

Apa itu kanker payudara metastatik di paru-paru?

Metastasis adalah istilah yang merujuk pada kanker yang telah menyebar di luar area primer ke tempat berbeda di dalam tubuh. Kanker payudara metastatik di paru-paru mengacu pada kanker yang awalnya berkembang di dalam jaringan payudara tetapi telah menyebar ke paru-paru.

Kanker payudara adalah salah satu kanker paling umum di kalangan wanita. Sekitar 6–10 persen kanker payudara awal yang didiagnosis dokter bersifat metastasis. Jumlah ini tidak termasuk kanker payudara yang berlanjut ke stadium 4 setelah diagnosis awal. Biasanya, ahli kanker menyebut kanker payudara stadium 4 sebagai kanker payudara metastatik.

Beberapa sel kanker payudara metastasis ini dapat mempengaruhi paru-paru. Adalah penting bahwa seorang ahli onkologi mengkonfirmasi bahwa tumor di paru-paru adalah sekunder, artinya mengandung sel-sel kanker payudara. Jika tidak ada sel kanker payudara, tumor tersebut bisa menjadi kanker primer yang baru bertimbul.

Gejala

Orang mungkin tidak mengalami gejala kanker payudara metastasis di paru-paru dengan segera. Gejala yang muncul ketika kanker payudara metastasis di paru-paru meliputi:

  • batuk terus menerus
  • rasa sakit di paru-paru
  • kesulitan bernafas atau sesak napas
  • mengi
  • kelelahan
  • batuk darah
  • kehilangan selera makan
  • penurunan berat badan yang tidak disengaja

Penyebab

Sel-sel kanker terjadi pembelahan dan berkembang biak sehingga tumor primer akan tumbuh lebih besar. Ketika tumor primer sudah tumbuh membesar, maka sel-sel kanker ini dapat memasuki aliran darah atau sistem getah bening untuk melakukan perjalanan ke daerah yang jauh.

Dalam beberapa kasus, sejumlah kecil sel kanker payudara dapat bertahan dari perawatan awal dan tetap tidak aktif dalam tubuh selama beberapa waktu sebelum tumbuh lagi di situs utama atau menyebar ke area lain dari tubuh.

Sel kanker payudara harus mengalami perubahan signifikan untuk bertahan hidup dan tumbuh di paru-paru. Sel-sel ini juga harus berubah untuk menahan serangan dari sistem kekebalan tubuh. Pilihan pengobatan untuk kanker yang baru terbentuk akan tergantung pada bagaimana ia berubah selama metastasis. Sudah lazim bagi kanker untuk bermetastasis ke beberapa tempat sekaligus.

Diagnosa

Mendiagnosis kanker payudara metastatik di paru-paru dimulai dengan pemeriksaan fisik dan tes darah.

Jika penyedia layanan kesehatan mencurigai metastasis paru-paru, mereka kemungkinan akan memesan tes pencitraan, seperti:

  • Rontgen dada
  • CT scan
  • PET scan

Jika seorang dokter menemukan tumor di paru-paru, tugas mereka selanjutnya adalah memastikan bahwa tumor tersebut adalah kanker payudara metastatik dan bukan kanker paru-paru primer. Ini sangat penting bagi orang yang merokok atau sedang merokok.

Prosedur diagnostik lain yang dapat membantu mengkonfirmasi diagnosis kanker payudara metastasis termasuk:

  • menguji sampel lendir
  • bronkoskopi, tempat dokter memasukkan benang kamera yang fleksibel melalui hidung dan ke paru-paru untuk memeriksa struktur pernapasan
  • biopsi jarum paru-paru, tempat dokter mengangkat sampel jaringan paru-paru untuk pengujian lebih lanjut

 

Cara mengurangi risiko metastasis

Setelah seseorang menerima perawatan awal, kanker payudara dapat tertidur di dalam tubuh sebelum menyebar ke area lain. Orang-orang yang telah menerima pengobatan di masa lalu harus memantau diri mereka sendiri untuk tanda-tanda atau gejala yang dapat menunjukkan kambuhnya kanker.

Meskipun tidak ada cara tunggal untuk menghindari kanker payudara metastatik sepenuhnya, ada beberapa perubahan gaya hidup yang dapat membantu mengurangi risiko seseorang.

Orang-orang dapat mengurangi risiko metastasis dengan faktor-faktor berikut:

  • menjalani pemeriksaan kesehatan secara teratur
  • menjalani pemeriksaan kanker payudara secara teratur
  • makan diet seimbang
  • berolahraga secara teratur
  • tidak merokok atau berhenti merokok
  • menghindari asupan alkohol yang berlebihan
  • mempertahankan berat badan yang sehat
  • memantau kadar vitamin D
  • mengurangi stres

Pilihan pengobatan untuk kanker payudara metastatik di paru-paru

Dokter menganggap kanker payudara metastasis sebagai kanker stadium 4. Ini tidak dapat disembuhkan, dan perawatan berfokus pada melemahkan kanker untuk menghentikannya tumbuh saat bekerja untuk meningkatkan kualitas hidup bagi individu.

Perawatan untuk kanker payudara metastatik di paru-paru biasanya melibatkan obat-obatan sistemik, atau seluruh tubuh, yang mengobati kanker di seluruh tubuh, seperti yang berikut:

Kemoterapi. Kemoterapi adalah terapi obat yang menghancurkan semua sel yang tumbuh cepat dalam tubuh, baik kanker maupun sehat.

Terapi hormonal. Terapi hormon adalah pengobatan kanker yang mengontrol pertumbuhan sel kanker dengan menurunkan kadar hormon tertentu yang dibutuhkan kanker untuk tumbuh. Kanker payudara reseptor-positif hormon merespon dengan baik terhadap perawatan ini.

Terapi yang ditargetkan. Bentuk pengobatan kanker ini mencoba untuk mengobati kanker dengan lebih presisi daripada kemoterapi. Perawatan ini menargetkan reseptor, protein, atau molekul spesifik pada sel kanker yang memudahkan sistem kekebalan tubuh untuk mengidentifikasi dan menghancurkan sel kanker atau mengurangi pertumbuhannya.

Radiasi. Dalam kasus kanker payudara metastasis, dokter sering menggunakan terapi radiasi untuk mengurangi gejala dan mengendalikan pertumbuhan kanker. Terapi radiasi dapat membantu mengurangi rasa sakit dan menurunkan risiko patah tulang yang melemah akibat kanker.

Komplikasi

Kanker payudara metastatik di paru-paru dapat menyebabkan komplikasi kesehatan lainnya yang berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan seseorang secara keseluruhan.

Cairan di paru

Sel kanker payudara dapat terbentuk di daerah antara bagian luar paru-paru, juga dikenal sebagai ruang pleura. Ini dapat menyebabkan penumpukan cairan berlebih, suatu kondisi yang dikenal sebagai efusi pleura ganas.

Efusi pleura ganas dapat memperburuk beberapa gejala kanker di paru-paru, termasuk:

  • batuk yang memburuk
  • sesak napas atau mengi
  • rasa sakit di dada

Dokter mengobati efusi pleura ganas dengan mengeringkan kelebihan cairan atau dengan melakukan prosedur yang dikenal sebagai pleurodesis. Ini melibatkan penutupan ruang antara paru-paru dan dinding dada, yang mencegah cairan menumpuk di antara dua lapisan.

Toksisitas karena perawatan

Perawatan kanker dapat menyebabkan efek samping yang signifikan yang memengaruhi kesehatan dan kualitas hidup seseorang secara keseluruhan. Kemoterapi dan perawatan kanker sistemik lainnya dapat menyebabkan berbagai gejala, seperti:

  • fungsi sistem kekebalan yang lebih rendah
  • infeksi
  • kelelahan
  • kehilangan selera makan
  • mual
  • muntah
  • sembelit

Dampak psikologis

Menerima diagnosis kanker stadium 4 dapat mmberikan dampak psikologis yang berkepanjangan. Orang dapat mengalami depresi, kecemasan, dan stres akibat kondisi mereka.

Orang yang berjuang dengan gejala psikologis negatif mungkin ingin mempertimbangkan bergabung dengan kelompok pendukung atau mencari konseling profesional untuk membantu mereka mengatasi situasi mereka. Menjangkau teman atau orang yang dicintai dapat membuat perbedaan yang signifikan.

 

Copyrights © 2017 Jamu Heritage. All Rights Reserved.