Monthly Archives: November 2018

Kanker Sarcoma

Mengetahui Jenis Kanker Sarkoma. Apa itu kanker sarcoma? Dan Apa Saja Penyebabnya?

Kanker sarcoma adalah sebuah kanker yang agak asing terdengar, padahal sebenarnya kanker sarcoma ini termasuk kanker yang berbahaya. Konsultan Senior Onkologi Medis Parkway Cancer Centre (PCC) dr. Richard Quek menjelaskan Sarkoma merupakan jenis kanker yang berkembang di jaringan ikat, seperti otot, lemak, tulang, tulang rawan, dan pembuluh darah.

Kanker ini bisa muncul di bagian tubuh mana pun, serta memiliki gejala yang tampaknya tidak berbahaya dan sulit dibedakan dari penyakit-penyakit ringan.  “Sarkoma ini jenis kanker. Bukan berarti ada jinak atau ganas. Tetapi memang sudah termasuk kanker dengan berbagai tingkatan level atau stadium,” papar dr. Richard.

Termasuk salah satu kanker berbahaya, kanker sarcoma tidak memiliki gejala-gejala yang akan dialami oleh penderita kanker sarcoma. Sehingga agak sulit untuk terdeteksi dan terlihat atau bahkan kadang seperti merasakan sakit biasa. Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab berkembangnya sel kanker jaringan lunak ini.

Namun, faktor yang meningkatkan risiko terkena sarkoma diantaranya adalah riwayat sarkoma di keluarga, memiliki penyakit kelainan tulang, kelainan genetik seperti neurofibromatosis, sindrom Gardner, retinoblastoma, atau sindrom Li-Fraumeni, dan juga terpapar radiasi.

Studi dari Belgia juga mengungkapkan 47 persen pasien  sarkoma jaringan lunak membiarkan gejalanya selama sekitar empat bulan sebelum menemui dokter. Setelah itu, pasien umumnya berkonsultasi ke dokter umum, yang kemungkinan besar hanya menghadapi satu atau dua kasus sarkoma sepanjang karier mereka.

Gejala

Gejala sarkoma yang timbul dapat berbeda-beda, tergantung dari mana sarkoma tersebut berasal. Sarkoma jaringan lunak yang muncul di lengan atau kaki, memiliki gejala paling umum seperti munculnya benjolan besar tanpa rasa sakit.

Sedangkan, sarkoma yang tumbuh di tulang tangan atau kaki, pasien umumnya mengeluhkan nyeri tulang, serta sakit di sekitar area tulang yang terdampak ketika beristirahat atau tidur malam. Beberapa pasien bahkan mungkin mengalami retak tulang.

Gejala-gejala lainnya meliputi ruam gelap pada angiosarcoma atau kanker pembuluh darah, batuk dan sesak napas jika sarkoma berkembang di area dada, serta kembung dan mudah merasa kenyang jika sarkoma tumbuh di bagian perut.

Jika menemui gejala ini, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

“Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyadari kondisi tubuh sendiri. Kemudian, tanyakan pada dokter umum apakah Anda perlu menemui dokter spesialis atau menjalani tes lebih lanjut, seperti MRI atau CT scan, jika gejala tidak hilang setelah pengobatan rutin,” kata Quek.

Menurut Quek, kanker sarkoma yang dideteksi dini saat sel masih berada di satu lokasi, tingkat kelangsungan hidup akan jauh lebih tinggi dibandingkan jika didiagnosis pada tahap akhir.

Copyrights © 2017 Jamu Heritage. All Rights Reserved.