Monthly Archives: February 2018

kanker pada anak

Kenali Gejala Kanker yang Umum Menyerang Anak

16/02/2018

 

Bertepatan dengan Hari Kanker Anak Sedunia yang jatuh pada Kamis (15/2/2018), Abdul Kadir, Direktur Utama Rumah Sakit (RS) Kanker Dharmais, meminta para orangtua untuk lebih waspada terhadap potensi kanker pada anak.

“Kanker ini tidak hanya menyerang dewasa, justru banyak pada anak-anak,” kata Kadir dalam acara peringatan Hari Kanker Anak Internasional di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta.

“Anak-anak di sini yang umurnya di bawah 18 tahun. Dari tahun ke tahun anak-anak yang menderita kanker meningkat. Dari seluruh pasien kanker di dunia, lebih dari dua persennya  adalah anak-anak,” imbuhnya.

Baca Juga: 10 Kebiasaan Buruk Sehari-Hari yang Dapat Berbahaya

Kadir menyebut, terdapat enam jenis kanker yang umum menyerang anak-anak, yaitu leukimia, retinoblastoma, neuroblastoma, limfoma malignum, osteosarcoma, dan karsinoma nasofaring.

Orangtua hendaknya mengenali gejala dari keenam kanker tersebut supaya  anak mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

Haridini Intan, Kepala Instalasi Anak RS Kanker Dharmais menjelaskan, retinoblastoma merupakan kanker yang paling mudah dikenali cirinya.

Ketika anak berumur 1-5 tahun, tanda kanker mata mulai tampak. Orangtua patut curiga jika anak mengalami kornea membengkak, mata juling, dan jaringan bola mata meradang.

Gejala lain yang dikatakan Haridini yakni anak mulai kabur pandangannya, dan manik mata berubah putih yang seharusnya hitam.

“Sebenarnya kalau untuk anak, deteksi dini kanker bisa diketahui bersamaan waktu imunisasi atau saat memandikan mereka. Orang tua melihat apakah ada benjolan di tubuh,” ujar Haridini.

Sedangkan untuk leukimia, orangtua harus mulai memerhatikan kondisi anak yang sering demam, pucat, lesu, dan kerap terjadi perdarahan tiba-tiba misalnya mimisan. Jika dibiarkan, imunitas anak menurun dan berdampak pada penanganan yang terlambat.

Selanjutnya, orangtua patut mengenali benjolan-benjolan yang terdapat pada tubuh anak.

Apabila sewaktu-waktu melihat ada benjolan membesar di perut anak, kemungkinan anak terserang kanker saraf. Apalagi jika daerah sekitar mata menampilkan warna kebiruan pada kulit.

Gejala yang bisa dilihat dari kanker kelenjar getah bening yakni jika anak memiliki benjolan lebih dari dua sentimeter pada titik-titik yang lunak di tubuh seperti ketiak.

Baca Juga : Kanker Bukan Sebuah Akhir

Benjolan tanda kanker getah bening terus membesar namun tidak menimbulkan rasa nyeri. Tanda lainnya adalah anak juga menjadi mudah lesu, sesak napas, demam, dan tidak bersemangat beraktivitas.

Berikutnya, kanker tulang pada anak dicirikan dengan pegal-pegal yang tidak kunjung berkurang setelah anak beraktivitas.

Tulang menjadi nyeri  sehingga area sekitarnya memerah dan menghangat. Anak tiba-tiba mengalami patah tulang padahal tidak terkena benturan atau apapun.

Mimisan, hidung tersumbat, telinga berdengung, getah bening di leher membesar, dan gangguan pada telinga menjadi tanda adanya kanker karsinoma nasofaring pada anak.

“Jika ada kecurigaan kanker, orangtua segera memastikannya lewat dokter. Kanker yang ditemukan pada stadium awal, akan lebih awal pula pengobatannya,” imbuh Kadir.

 

Sumber: Kompas.com

 

Stop Cancer

Tahun Lalu Ada 3,1 Juta Kasus Kanker yang Terdeteksi

15 Februari 2018

Kementerian Kesehatan mengklaim berhasil mendeteksi 3,1 juta kanker pada wanita sepanjang 2017. Angka itu termasuk sangat tinggi sehingga Kemenkes mendorong pentingnya kepedulian terhadap penyakit kanker.

”Tahun lalu adalah tahun tertinggi [Kemenkes] bisa melakukan deteksi dini kanker payudara dan serviks. Sekitar 3 juta seratus ribu sasaran wanita yang diperiksa,” kata Subuh, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan, dalam keterangan resmi, Rabu (14/2/2018).

Bertepatan dengan Hari Puncak Kanker pada Selasa (13/2), Subuh berharap agar jumlah deteksi dini kanker pada tahun ini bisa lebih bertambah. Semakin terdeteksi sejak awal, gejala kanker yang diderita bisa cepat ditangani.

”Kalau ingin Indonesia mengetahui status kanker, perlu 37 juta pemeriksaan. Kalau 3 juta per tahun bisa 12 tahun lebih untuk mengetahuinya. Ini adalah momen yang paling baik,” tambahnya.

Adapun, Hari Kanker Sedunia 2018 digelar dalam rangkaian acara satu bulan. Surat edaran tentang Peringatan Hari Kanker Sedunia 2018 ke-34 Provinsi pun telah disebar dengan berbagai kegiatan.

Dari rangkaian acara Hari Kanker Sedunia 2018 ini, Subuh mengapresiasi kegiatan training of trainer (ToT) yang dilakukan oleh Komite Penanggulangan Kanker Nasional pada 4-6 Februari 2018. Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat agar nantinya dapat dengan sadar melakukan deteksi kanker.

”Satu lagi kegiatan yang sangat baik sekali, dari Komite Penanggulangan Kanker Nasional Indonesia melaksanakan ToT se-nasional dengan sasaran masyarakat awam,” ucap Subuh.

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyambut baik peringatan ini. Anis mengajak warga DKI untuk melakukan deteksi dini kanker payudara, serviks, atau kanker mata pada anak-anak.

”Pada peringatan Hari Kanker ini sekaligus mengajak warga DKI terkait deteksi kanker ini. Kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di dunia, Indonesia, dan Jakarta,” kata Anies.

 

Sumber: Bisnis.com

kebiasaan buruk

10 Kebiasaan Buruk Sehari-Hari yang Dapat Berbahaya

12/02/2018

Kanker merupakan penyakit paling berisiko menyebabkan kematian kedua di dunia. Di tahun 2015 angka kematian akibat kanker mencapai 8,8 juta.

Ada beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan kanker. Misalnya kebiasaan buruk, berat badan, makanan yang kurang sehat, kurang aktivitas fisik, merokok dan konsumsi alkohol yang berlebih.

Mengutip Boldsky, berikut kebiasaan buruk yang bisa menyebabkan kanker.

1. Pengharum ruangan
Pengharum ruangan sering digunakan untuk mengatasi bau ruangan yang tidak sedap. Namun, pengharum ruangan ini tidak meningkatkan kualitas udara pada ruangan.

Sebaliknya, pengharum ruangan mengandung zat berbahaya yang menyebabkan kanker. Zat berbahaya ini akan masuk ke hidung saat disemprotkan ke ruangan.

2. Minuman beralkohol
Mengonsumsi minuman beralkohol telah terbukti dapat meningkatkan risiko kanker. Sebuah studi mencatat mengonsumsi minuman beralkohol dua kali dalam sehari dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan, kanker usus besar, kanker rektum dan kanker payudara.

3. Pil KB
Pil KB, dikonsumsi untuk mencegah kehamilan. Mengonsumsi pil KB dapat meningkatkan risiko kanker payudara juga kanker serviks dan hati.

4. Lilin
Sebuah penelitian mengatakan bahwa asap dari lilin parafin mengandung karsinogen dan komponen bahan bakar fosil lainnya. Untuk menggantikan penggunaan lilin parafin sebaiknya gunakan lilin lebah murni karena tidak berbahaya bagi tubuh.

5. Asap mobil
Orang yang lebih sering terkena asap dari bahan bakar disel akan memiliki masalah kesehatan. Asap dari mobil bisa menyebabkan kanker paru-paru dan penyakit pernapasan lainnya. Diesel dan bensin melepaskan karbon monoksida dan hidrokarbon yang beracun.

6. Kosmetik
Perempuan sering menggunakan make up untuk meningkatkan penampilan. Namun bahan kimia yang terkandung pada kosmetik akan tetap ada di dalam tubuh sekalipun sudah membersihkan wajah. Sebaiknya gunakan kosmetik dengan bahan organik untuk mengurangi risiko kanker kulit.

7. Makanan yang dibakar
Ikan, ayam, atau makanan lain yang diolah dengan cara dibakar akan menyebabkan beberapa bagian menjadi gosong. Meskipun memiliki rasa yang lezat, makanan yang dibakar bisa meningkatkan risiko kanker perut, usus besar dan pankreas.

8. Makanan kaleng
Wadah dari bahan logam yang digunakan untuk mengemas makanan mengandung bahan kimia berbahaya. Mengkonsumsi makanan kaleng akan menye babkan gangguan hormon dan perubahan DNA yang berakibat pada kanker payudara.

9. Diet Soda
Diet soda mengandung pemanis buatan yang dapat meningkatkan kanker pankreas dan jenis kanker lainnya. Beberapa penelitian juga telah menunjukkan bahwa diet soda bisa menyebabkan kanker kandung kemih dan tumor otak.

10. Tabir surya
Kebanyakan orang menggunakan sunscreen atau tabir surya untuk mencegah masalah kulit. Namun sunscreen mengandung bahan yang disebut zinc oxide yang menghasilkan radikal bebas yang bisa menyebabkan kerusakan DNA dan memicu pertumbuhan kanker.

 

Sumber : CNNIndonesia.com

Sayur Asparagus

Sayur Asparagus Memiliki Kandungan yang Dapat Membantu Penyebarang Sel Kanker Payudara

Kanker pada dasarnya adalah sel dalam tubuh yang bermutasi menjadi ganas membelah diri tanpa kontrol. Untuk itu kanker butuh nutrisi memadai sehingga akhirnya bisa berkembang menyebar secara luas di dalam tubuh.

Terkait hal tersebut studi terbaru menemukan satu nutrisi yang tampaknya disukai oleh sel kanker yaitu asparagine. Dipublikasi dalam jurnal Nature peneliti dari Cancer Research UK Cambridge Institute melihat spesifiknya kanker payudara pada tikus dapat menyebar dengan lambat ketika sang hewan diberi makan diet rendah asparagine. Asparagine sendiri adalah suatu zat asam amino yang banyak terdapat pada sayur asparagus.

Normalnya tikus dengan kanker payudara ganas akan mati dalam waktu beberapa minggu. Ketika dietnya diganti secara khusus rendah asparagine peneliti mendeskripsikan sel kanker jadi ‘kesulitan’ berkembang.

“Kami menemukan semakin banyak bukti bahwa kanker tertentu punya kesukaan tertentu dalam komponen diet kita,” kata Profesor Greg Hannon.

“Di masa depan kita mungkin bisa memodifikasi diet pasien atau mengembangkan obat yang bisa mengubah bagaimana sel tumor ini mengakses nutrisi dengan harapan memperbaiki angka keberhasilan terapi,” lanjutnya.

Lalu apakah berarti pasien kanker payudara harus menghindari asparagus? Jawabannya masih belum tentu karena studi masih dilakukan pada hewan dan normalnya asparagine sulit dihindari dalam diet sehari-hari.

Oleh karena itu peneliti ke depannya mungkin akan berusaha mengembangkan diet minuman khusus yang seimbang dalam nutrisi namun rendah asparagine.

Tahun lalu studi serupa juga dilakukan oleh para peneliti di Glasgow. Eksperimen menunjukkan pembatasan asam amino serine juga dapat memperlambat pertumbuhan kanker limfoma dan kanker usus.

Sumber : Detik.com

 

Kanker Usus

6 Gejala Kanker Usus yang Harus Diketahui

05 Februari 2018

Kanker usus merupakan jenis kanker yang terbesar yang diidap pria di Indonesia. Sayangnya, tidak semua tahu mengenai gejala penyakit ini.

“Masyarakat mungkin merasa tidak nyaman ketika membicarakan sesuatu yang terjadi pada tubuhnya. Dan, tidak semua orang melakukan skrining, dan banyak yang takut melakukan skrining,” dokter penyakit dalam yang mendalami saluran pencernaan Brigham and Women’s Hospital, Amerika Serikat, Jennifer Inra.

Jangan salah, kanker usus bukan cuma menyerang mereka yang paruh baya saja. Dalam Journal of the National Cancer Institute, ada peningkatan stabil pada angka penderita kanker usus pada orang muda usia 20 sampai 30 tahun.

Berikut enam gejala yang perlu diperhatikan pada saat seseorang terkena kanker usus. Selengkapnya mengutip Today, Senin (5/2/2018).

  1. BAB berdarah

Salah satu tanda peringatan paling umum adalah pendarahan pada rektum seperti disampaikan tenaga medis di bidang onkologi Columbia University Mailman School of Public Health, Alfred Neugut. Bila buang air besar disertai darah, segera konsultasi ke dokter. Darah tersebut bisa berwarna merah terang atau gelap.

“Banyak orang tidak melihat feses usai BAB, padahal penting untuk melihatnya untuk tahu apa yang terjadi pada tubuh,” kata Inra ketika memberi tahu gejala paling sering kanker usus. Konsumsi sayuran untuk cegah kanker dan hidup yang lebih sehat.

  1. Kekurangan zat besi

Ketika terjadi pendarahan pada kanker usus menyebabkan hilangnya zat besi dari tubuh. Itu alasan kenapa penting rajin tes darah untuk mengetahui anemia atau tidak.

  1. Perut nyeri

Kehadiran tumor usus bisa menyebabkan rasa nyeri atau kram atau ketidaknyamanan lainnya pada perut seperti disampaikan Inra. Selain rasa nyeri, bisa juga mengalami mual dan muntah.

  1. Sembelit

Ketika ada masalah pada saluran pencernaan, bakal memengaruhi bentuk feses atau frekuensi BAB. “Jika BAB lebih tipis dari biasanya mungkin ada tumor di usus. Perhatikan juga perubahan lain misalnya sembelit,” kata Inra.

  1. Ingin BAB, tapi tidak bisa

Tanesmus adalah perasaan ingin mengosongkan perut, tapi saat ke belakang tidak ada feses yang dikeluarkan. Bila ini terjadi, kata Inra, bisa saja karena ada tumor di rektum.

  1. Berat badan turun tanpa alasan jelas

Penurunan berat badan selalu menjadi tanda pada kanker usus dan kanker lainnya. Kelihatannya sudah makan banyak, tatapi malah kurus seperti disampaikan National Cancer Institute.

 

Sumber: liputan6.com

 

Hari Kanker

Kanker Bukan Sebuah Akhir

05 Februari 2018

Banyak kemajuan telah dicapai dalam diagnosa dan perawatan kanker. Namun, statistik mengenai hal ini masih sangat mengecewakan. Kanker adalah penyebab utama nomor dua kematian di seluruh dunia, membunuh hampir sembilan juta orang setiap tahun, dengan sekitar 14 juta kasus baru didiagnosa.

Penyebab paling umum kematian terkait kanker adalah kanker paru-paru, hati, usus besar, perut, dan payudara. WHO melaporkan penggunaan tembakau adalah faktor risiko paling penting, diikuti alkohol, diet yang tidak sehat, dan kekurangan kegiatan fisik.

Pejabat WHO bidang pengendalian kanker Andre Ilbawi mengatakan sekitar 70 persen kematian terkait kanker terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah, sementara jumlah kasus di negara-negara itu meningkat dalam laju yang cepat dan merisaukan.

Ia menyatakan bahwa ini menyebabkan keprihatinan, tetapi kepada kami ia mengatakan bahwa tindakan-tindakan sederhana dapat dilakukan bahkan di negara yang paling miskin untuk menangani masalah ini.

“Pertama dan paling penting, prioritas utama adalah mendiagnosa kanker secara dini. Ini adalah intervensi yang lebih signifikan daripada kemajuan teknologi dan obat-obatan mahal yang mungkin tidak terjangkau di negara-negara berpenghasilan rendah. Mengidentifikasi kanker secara dini adalah cara paling efektif untuk merawatnya dan dengan memberikan perawatan dasar, kita dapat menyelamatkan sejumlah besar pasien kanker dengan sumber daya yang minimal,” jelas Ilbawi.

Ilbawi menambahkan, tindakan-tindakan penting yang dapat dilakukan negara-negara berkembang mencakup meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kanker, deteksi dini melalui diagnosa yang lebih baik dalam layanan kesehatan primer dan akses ke perawatan yang terjangkau.

Organisasi Kesehatan Sedunia juga menekankan pentingnya gaya hidup yang sehat. Dikatakan, makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan, gerak badan secara teratur, tidak menggunakan tembakau dan konsumsi alkohol secara moderat dapat menurunkan risiko kanker sampai sepertiga.

 

Sumber : VOAIndonesia.com

 

Copyrights © 2017 Jamu Heritage. All Rights Reserved.