Tag Archives: kanker

Gula

Beberapa Fakta Mengenai Gula dan Kanker, Apa Saja ?

Kita bisa menghindari sekitar 3 dari setiap 10 jenis kanker umum jika kita akan mengubah pola makan dan kebiasaan gaya hidup tertentu, menurut Penelitian Kanker Dunia dan Institut Amerika untuk Penelitian Kanker. Mereka merekomendasikan cara yang baik untuk memulai adalah dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan menjauhi tembakau dan alkohol berlebih.

Lalu bagaimana dengan gula? Bukankah itu memberi makan sel kanker? Memang benar. Namun itu memberi makan sel-sel sehat juga. Bahkan jika kita sepenuhnya menghindari semua karbohidrat (gula dan pati yang terurai menjadi gula), tubuh kita akan menggunakan protein dalam bahan alternatif untuk membuat glukosa (gula) menjadi bahan bakar sel-sel kita. Itu tidak baik, oleh karena itu, kita dapat melaparkan sel kanker jika kita menghindari semua gula.

Itu hanya awal kebingungan kami tentang gula dan kanker, menurut sebuah artikel oleh ahli diet terdaftar Karen Collins dalam edisi terbaru Nutrisi Lingkungan.

Kita tahu dari studi besar baru-baru ini di Prancis, misalnya, bahwa semakin banyak makanan yang kita makan, semakin tinggi risiko kita mengembangkan kanker. Pada dasarnya, ini adalah orang-orang yang berjejer di rak-rak di sebagian besar toko serba ada. Mereka berada dalam satu paket dan bahan utamanya adalah lemak, gula dan garam dan tidak banyak lagi.

Kebingungan, kata Collins, adalah mengapa makanan yang diproses dengan sarat gula meningkatkan resiko kanker kita. Berikut beberapa fakta:

Terlalu banyak gula membuat kita mengalami peningkatan risiko untuk kanker tertentu, kata para ahli. Itu karena asupan gula yang tinggi (seperti ketika Anda meneguk minuman ringan) masuk dengan cepat ke dalam aliran darah. Ini mendorong pankreas mengeluarkan insulin untuk menjinakkan lonjakan gula dalam darah. Dengan tingkat insulin yang tinggi, bukan hanya gula tinggi, dapat merangsang pertumbuhan sel kanker, peneliti sekarang menyarankan.

Kelebihan gula, seperti 240 kalori dalam minuman ringan (sekitar 16 sendok teh gula tambahan), adalah kendaraan yang bagus untuk mendapatkan banyak kalori ke dalam tubuh kita. Kalori ekstra mudah diubah menjadi peningkatan lemak yang ekstra. Dan peningkatan lemak tubuh ini meningkatkan risiko kita untuk beberapa jenis kanker.

Jadi mengapa American Institute for Cancer Research dan ahli lain menyarankan kita membatasi makanan dan minuman yang mengandung tambahan gula? Untuk menjaga berat badan kita dengan melakukan cek  cek dan menyediakan ruang untuk berbagai makanan yang kita ketahui untuk melindungi kita dari sel kanker seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian dan kacang-kacangan.

Inilah satu cara mudah untuk memulai. Luangkan waktu untuk membaca label pada makanan, bahkan jika Anda sedang terburu-buru dan kelaparan dan makanan itu Tidak ada serat? Tidak ada vitamin, mineral atau protein? Tambahkan gula, garam, dan lemak ke dalam bahan-bahan utama? Letakkan, mundur perlahan dan larilah dengan air, kacang atau buah sebagai penggantinya.

survivor cancer

Setelah Divonis Sisa Hidup Hanya Tiga Bulan, Wanita Ini Kalahkan Kanker Payudara Stadium Lanjut

Jamu Heritage Artikel

26 Juni 2018

Seorang wanita yang mengidap kanker payudara stadium lanjut berhasil diselamatkan setelah divonis oleh dokter hanya dapat bertahan selama 3 bulan. Awalnya Judy Perkins diperkirakan bakal bertahan hidup hanya selama tiga bulan lantaran kanker payudara telah menyebar dan tidak bisa disembuhkan dengan terapi konvensional saat ini.

Wanita asal Florida Amerika itu punya tumor sebesar bola tenis di bagian liver dan kanker yang menjalar ke sejumlah bagian tubuh. Namun, nyawanya dapat diselamatkan setelah sebuah tim di Institut Kanker Nasional AS melakoni uji coba terapi.

“Sekitar satu pekan setelahnya (terapi) saya mulai merasakan sesuatu. Saya punya tumor di dada dan saya bisa merasakan itu menyusut. Perlu sepekan atau dua pekan lagi sampai rasa itu hilang,” ujar Judy. Judy mengenang pemindaian pertama setelah terapi, tim medis sangat gembira dan meloncat ke sana ke mari. Saat itulah dia diberitahu bahwa dirinya boleh jadi telah disembuhkan.

Setelah itu dua tahun kemudian tim medis tidak menemukan tanda-tanda kanker di tubuh Judy. Wanita itu kini menjalani hidup dengan berrpergian dan berolahraga kayak. Bahkan dia baru menyelesaikan perjalanan lima pekan mengelilingi Florida.

Terapi yang diterapkan pada Judy Perkins, menurut Institut Kanker Nasional di AS, masih memerlukan uji coba lanjutan sebelum bisa digunakan secara luas. Namun prinsip utamanya adalah mengalahkan sel kanker dengan sistem kekebalan tubuh sang pasien. Dr Steven Rosenberg, kepala bedah di Institut Kanker Nasional, mengatakan terapi tersebut merupakan “perawatan paling personal yang bisa dibayangkan.”

Sebelum memulai terapi, tumor pasien dianalisa secara genetis untuk mengenali berbagai perubahan langka yang membuat sel kanker dapat diserang sistem kekebalan tubuh. Dari 62 kejanggalan genetis pada Judy Perkins, hanya empat yang berpotensi diserang.

Selanjutnya para peneliti berburu sel darah putih pasien dan mengambil sel yang mampu menyerang kanker. Sel itu kemudian ditumbuhkembangkan dalam jumlah banyak di laboratorium. Beberapa waktu kemudian, sekitar 90 miliar sel disuntikkan ke tubuh Judy Perkins. Pada saat bersamaan, perempuan berusia 49 tahun itu juga diberi obat-obatan yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.

“Mutasi-mutasi yang menimbulkan kanker ternyata menjadi titik lemah kanker itu sendiri,” jelas Dr Rosenberg.

Hasil uji coba terhadap Judy Perkins dan uji coba lanjutan yang lebih besar diperlukan untuk memastikan temuan tim medis di Institut Kanker Nasional. Sejauh ini tantangan terapi kekebalan tubuh dalam mengatasi kanker adalah cara tersebut sangat berhasil untuk sejumlah pasien, tapi sebagian besar lainnya tidak merasakan manfaat apapun.

“Terapi ini sangat bersifat uji coba dan kami baru mempelajari bagaimana melakukannya, namun ini berpotensi diterapkan ke semua jenis kanker,” kata Dr Rosenberg. “Banyak pekerjaan yang harus dilakukan, namun ada potensi perubahan paradigma dalam terapi kanker—obat yang unik untuk setiap pasien kanker. Ini sangat berbeda dari perawatan lainnya,” lanjutnya.

Rincian mengenai terapi yang dijalankan Dr Rosenberg dan timnya dipublikasikan jurnal ilmiah Nature Medicine.

Secara terpisah, Dr Simon Vincent selaku direktur riset di lembaga Breast Cancer Now, menilai penelitian Dr Rosenberg adalah “kelas dunia”. “Kami pikir ini adalah hasil yang luar biasa. Ini adalah peluang pertama untuk melihat terapi kekebalan tubuh terhadap kanker payudara jenis paling umum yang baru diuji coba pada satu pasien.” “Ada begitu banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tapi ini berpotensi membuka area baru dalam terapi untuk banyak orang.”

Sumber: BBC.com

 

WhatsApp Image 2018-05-30 at 14.58.46

Tips Untuk Mencegah Kanker Kulit Melanoma

Kanker kulit memang lebih berisiko diidap oleh mereka yang berkulit putih, di mana
orang Indonesia umumnya lebih memiliki kulit yang gelap. Namun tak menjadi alasan
orang Indonesia akan bebas dari risiko terkena kanker kulit.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) sendiri mengkhawatirkan akan melonjaknya kasus kanker
kulit akibat berkurangnya lapisan ozon dalam atmosfer yang mengakibatkan lebih
banyak lagi radiasi UV (Ultra Violet) mencapai permukaan bumi.

Sinar UV ada 3 jenis, yaitu UV-A, UV-B, UV-C. Yang paling berbahaya adalah sinar UV-C.
Sinar UV-C biasanya dipantulkan kembali sehingga tidak sampai kepermukaan bumi.
Namun demikan paparan sinar matahari pada jam 9-16 dapat memberikan dampak
buruk pada kulit. Sinar UV tak hanya berasal dari sinar matahari, namun juga bisa
bersumber dari bola lampu, alat tanning (tanning beds), televisi, maupun layar gadget.
Walaupun dengan intensitas yg berbeda dari sinar matahari. Tetapi sumber yang paling
berpengaruh adalah lapisan ozon yang menipis.

Diperkirakan setiap 10 persen menipisnya lapisan ozon, maka sekitar 300.000 kasus
kanker kulit non-melanoma dan 4.500 kasus melanoma akan bertambah. Di Indonesia,
kasus kanker kulit relatif tergolong tidak banyak, tetapi kanker kulit ini menjadi kanker
ganas penyebab kematian paling sering di dunia pada orang-orang yang sering terpapar
sinar matahari, misalnya nelayan.

Untuk menghindari paparan sinar matahari dan risiko tinggi terkena kanker kulit, salah
satu caranya adalah dengan menggunakan sunblock atau tabir surya. Pilih tabir surya
yang disesuaikan dengan warna kulit, makin cerah warna kulit kita maka harus memakai
tabir surya dengan SPF (sun protection factor) yang lebih tinggi. Selain SPF juga dikenal
istilah PA (Protection Grade of UVA), makin banyak tanda “+” pada PA makin baik. Dan
penggunaan tabir surya dengan SPF 30 ke atas sudah cukup. Penggunaan tabir surya
dilakukan pengulangan setiap 3-4 jam sekali atau ketika berkeringat dan terkena air.

Gunakan tabir surya 30 menit sebelum keluar rumah atau terkena sinar matahari. Ketika
berkeringat atau terkena air, sunblock boleh ditambah lagi. Supaya efek sunblock terlihat,
penggunannya harus berulang. Kemudian pakai pelindung tubuh, seperti topi, payung,
pakaian lengan panjang, atau kacamata hitam. Untuk pakaian, hindari pakaian berwarna
hitam karena warna hitam lebih menyerap sinar matahari.

selain itu Cara yg baik untuk menjaga kesehatan kulit supaya terhindar dari penuaan dini kulit, kanker kulit dan penyakit kulit lainnya adalah dengan banyak mengkonsumsi sayuran hijau, vitamin A dan E, antioksidan seperti kulit manggis dan obat herbal Curano.

Lalu yang terakhir adalah hindari keluar rumah pada jam 10.00 hingga 14.00 karena di
saat itu matahari sedang di puncak teriknya dan jumlah radiasi ultraviolet meningkat. Jika
terpaksa harus keluar, maka gunakan pelindung tubuh atau tabir surya dan hindar
paparan yang terlalu lama.

MRI

Dokter Sarankan MRI untuk Deteksi Dini Kanker Payudara, Mengapa ?

Kanker payudara sering menjadi persoalan paling dikhawatirkan wanita karena dapat berakibat fatal dari sisi kesehatan dan psikologis. Karena itu, menurut Felly Sahli, dokter spesialis radiologi di Rumah Sakit Pondok Indah, tindakan pencegahan menjadi hal yang wajib dilakukan wanita, yakni dengan pemeriksaan rutin guna mengetahui kondisi kesehatan payudara.

“Salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mengetahui kesehatan bagian payudara adalah Magnetic Resonance Imaging (MRI),” ujarnya, Senin, 26 Maret 2018.

Felly mengatakan pemeriksaan non-invasif, yang menggunakan medan magnet dan frekuensi gelombang radio, ini menghasilkan gambar cross-sectional yang detail dari struktur tubuh, termasuk payudara. Pemeriksaan yang memanfaatkan cairan kontras, yang dimasukkan ke dalam tubuh, ini sangat direkomendasikannya untuk mendeteksi dini kanker payudara.

Dibandingkan dengan mamografi dan ultrasonografi (USG), pemeriksaan MRI memiliki kelebihan dalam menghasilkan gambar resolusi 3D yang lebih baik. Selain itu, pemeriksaan MRI mampu mendeteksi tumor kecil (occult primary breast carcinoma) yang sulit dideteksi mamografi dan USG.

Pemeriksaan MRI pun lebih baik dalam memperlihatkan ukuran tumor atau kanker serta sangat baik dalam mendeteksi adanya kelainan multifokal atau multisentris di payudara.

“Bahkan MRI juga mampu memberikan informasi lebih detail mengenai perluasan kanker yang mempengaruhi stadium kanker payudara dan rencana tindakan,” katanya.

Kemudian MRI juga dapat digunakan memantau respons maupun kekambuhan setelah dilakukannya terapi kanker payudara dan evaluasi terhadap implan payudara. Namun MRI tidak dapat berdiri sendiri karena mamografi dan USG tetap diperlukan demi mendukung data agar diagnosis menjadi tepat.

Sumber : Tempo.co

bahayanya duduk

Terlalu Sering Duduk Bisa Meningkatkan Risiko 9 Jenis Kanker

Siapa sangka terlalu banyak duduk ternyata berkaitan dengan kanker. Menurut ahli, duduk selama berjam-jam berkaitan dengan lebih dari sembilan jenis kanker.  Charles E. Matthews, seorang ahli epidemiologi di National Cancer Institute, memperingatkan bahwa kita butuh aktivitas fisik lebih banyak dari yang kita pikirkan, tapi yang terpenting adalah kita harus mengurangi duduk.

Baca Juga : 10 Kebiasaan Buruk Sehari-Hari yang Dapat Berbahaya

Dia mengatakan bahwa hanya satu jam saja duduk menonton televisi sehari, bahkan bisa membuat Anda yang sudah sangat aktif bergerak bertambah tinggi risikonya terkena tidak hanya kanker payudara dan usus besar, tapi juga sembilan jenis kanker lainnya seperti kanker paru dan leher atau kepala. Membagikan riset barunya pada sebuah konferensi, Matthews mengatakan mengganti hobi menonton Anda dengan berjalan cepat atau melakukan pekerjaan rumah bisa mengubah risiko ini.

“Menonton TV merupakan kompetitor besar terhadap aktivitas di luar rumah dan menjadi lebih aktif,” ujar Matthews kepada American Association dalam konferensi Peningkatan Ilmu Pengetahuan di Texas, Amerika Serikat, seperti dikutip Daily Mail.

Matthews melanjutkan, pikirkanlah aktivitas ringan dan perilaku sedentari yang bisa diganti satu sama lain. Inilah di mana aktivitas ringan seperti berjalan singkat atau melakukan banyak hal di rumah bisa membantu. Apapun selain duduk saja bisa lebih baik.

Panduan fisik terbaru bagi warga Amerika yang diterbitkan tahun 2008 merekomendasikan untuk menghindari kemalasan, ditambah dengan hingga 5 jam seminggu aktivitas ringan dan hingga 2,5 jam seminggu aktivitas berat yang dilakukan merata sepanjang pekan.

Menurut National Institute of Health, selain menjaga tubuh tetap ramping, olahraga itu bisa menurunkan risiko kematian akibat semua faktor.

Perilaku sedentari atau malas bergerak memiliki hubungan yang erat dengan kematian dini akibat penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, penyakit otak, masalah pernapasan, dan kanker.

Melakukan aktivitas fisik minimal, 7,5 jam per minggu, mengurangi risiko kematian hingga 20 persen dalam sebuah studi baru-baru ini.

Sumber :Viva.co.id

 

kanker pada anak

Kenali Gejala Kanker yang Umum Menyerang Anak

16/02/2018

 

Bertepatan dengan Hari Kanker Anak Sedunia yang jatuh pada Kamis (15/2/2018), Abdul Kadir, Direktur Utama Rumah Sakit (RS) Kanker Dharmais, meminta para orangtua untuk lebih waspada terhadap potensi kanker pada anak.

“Kanker ini tidak hanya menyerang dewasa, justru banyak pada anak-anak,” kata Kadir dalam acara peringatan Hari Kanker Anak Internasional di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta.

“Anak-anak di sini yang umurnya di bawah 18 tahun. Dari tahun ke tahun anak-anak yang menderita kanker meningkat. Dari seluruh pasien kanker di dunia, lebih dari dua persennya  adalah anak-anak,” imbuhnya.

Baca Juga: 10 Kebiasaan Buruk Sehari-Hari yang Dapat Berbahaya

Kadir menyebut, terdapat enam jenis kanker yang umum menyerang anak-anak, yaitu leukimia, retinoblastoma, neuroblastoma, limfoma malignum, osteosarcoma, dan karsinoma nasofaring.

Orangtua hendaknya mengenali gejala dari keenam kanker tersebut supaya  anak mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

Haridini Intan, Kepala Instalasi Anak RS Kanker Dharmais menjelaskan, retinoblastoma merupakan kanker yang paling mudah dikenali cirinya.

Ketika anak berumur 1-5 tahun, tanda kanker mata mulai tampak. Orangtua patut curiga jika anak mengalami kornea membengkak, mata juling, dan jaringan bola mata meradang.

Gejala lain yang dikatakan Haridini yakni anak mulai kabur pandangannya, dan manik mata berubah putih yang seharusnya hitam.

“Sebenarnya kalau untuk anak, deteksi dini kanker bisa diketahui bersamaan waktu imunisasi atau saat memandikan mereka. Orang tua melihat apakah ada benjolan di tubuh,” ujar Haridini.

Sedangkan untuk leukimia, orangtua harus mulai memerhatikan kondisi anak yang sering demam, pucat, lesu, dan kerap terjadi perdarahan tiba-tiba misalnya mimisan. Jika dibiarkan, imunitas anak menurun dan berdampak pada penanganan yang terlambat.

Selanjutnya, orangtua patut mengenali benjolan-benjolan yang terdapat pada tubuh anak.

Apabila sewaktu-waktu melihat ada benjolan membesar di perut anak, kemungkinan anak terserang kanker saraf. Apalagi jika daerah sekitar mata menampilkan warna kebiruan pada kulit.

Gejala yang bisa dilihat dari kanker kelenjar getah bening yakni jika anak memiliki benjolan lebih dari dua sentimeter pada titik-titik yang lunak di tubuh seperti ketiak.

Baca Juga : Kanker Bukan Sebuah Akhir

Benjolan tanda kanker getah bening terus membesar namun tidak menimbulkan rasa nyeri. Tanda lainnya adalah anak juga menjadi mudah lesu, sesak napas, demam, dan tidak bersemangat beraktivitas.

Berikutnya, kanker tulang pada anak dicirikan dengan pegal-pegal yang tidak kunjung berkurang setelah anak beraktivitas.

Tulang menjadi nyeri  sehingga area sekitarnya memerah dan menghangat. Anak tiba-tiba mengalami patah tulang padahal tidak terkena benturan atau apapun.

Mimisan, hidung tersumbat, telinga berdengung, getah bening di leher membesar, dan gangguan pada telinga menjadi tanda adanya kanker karsinoma nasofaring pada anak.

“Jika ada kecurigaan kanker, orangtua segera memastikannya lewat dokter. Kanker yang ditemukan pada stadium awal, akan lebih awal pula pengobatannya,” imbuh Kadir.

 

Sumber: Kompas.com

 

Stop Cancer

Tahun Lalu Ada 3,1 Juta Kasus Kanker yang Terdeteksi

15 Februari 2018

Kementerian Kesehatan mengklaim berhasil mendeteksi 3,1 juta kanker pada wanita sepanjang 2017. Angka itu termasuk sangat tinggi sehingga Kemenkes mendorong pentingnya kepedulian terhadap penyakit kanker.

”Tahun lalu adalah tahun tertinggi [Kemenkes] bisa melakukan deteksi dini kanker payudara dan serviks. Sekitar 3 juta seratus ribu sasaran wanita yang diperiksa,” kata Subuh, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan, dalam keterangan resmi, Rabu (14/2/2018).

Bertepatan dengan Hari Puncak Kanker pada Selasa (13/2), Subuh berharap agar jumlah deteksi dini kanker pada tahun ini bisa lebih bertambah. Semakin terdeteksi sejak awal, gejala kanker yang diderita bisa cepat ditangani.

”Kalau ingin Indonesia mengetahui status kanker, perlu 37 juta pemeriksaan. Kalau 3 juta per tahun bisa 12 tahun lebih untuk mengetahuinya. Ini adalah momen yang paling baik,” tambahnya.

Adapun, Hari Kanker Sedunia 2018 digelar dalam rangkaian acara satu bulan. Surat edaran tentang Peringatan Hari Kanker Sedunia 2018 ke-34 Provinsi pun telah disebar dengan berbagai kegiatan.

Dari rangkaian acara Hari Kanker Sedunia 2018 ini, Subuh mengapresiasi kegiatan training of trainer (ToT) yang dilakukan oleh Komite Penanggulangan Kanker Nasional pada 4-6 Februari 2018. Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat agar nantinya dapat dengan sadar melakukan deteksi kanker.

”Satu lagi kegiatan yang sangat baik sekali, dari Komite Penanggulangan Kanker Nasional Indonesia melaksanakan ToT se-nasional dengan sasaran masyarakat awam,” ucap Subuh.

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyambut baik peringatan ini. Anis mengajak warga DKI untuk melakukan deteksi dini kanker payudara, serviks, atau kanker mata pada anak-anak.

”Pada peringatan Hari Kanker ini sekaligus mengajak warga DKI terkait deteksi kanker ini. Kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di dunia, Indonesia, dan Jakarta,” kata Anies.

 

Sumber: Bisnis.com

Hari Kanker

Kanker Bukan Sebuah Akhir

05 Februari 2018

Banyak kemajuan telah dicapai dalam diagnosa dan perawatan kanker. Namun, statistik mengenai hal ini masih sangat mengecewakan. Kanker adalah penyebab utama nomor dua kematian di seluruh dunia, membunuh hampir sembilan juta orang setiap tahun, dengan sekitar 14 juta kasus baru didiagnosa.

Penyebab paling umum kematian terkait kanker adalah kanker paru-paru, hati, usus besar, perut, dan payudara. WHO melaporkan penggunaan tembakau adalah faktor risiko paling penting, diikuti alkohol, diet yang tidak sehat, dan kekurangan kegiatan fisik.

Pejabat WHO bidang pengendalian kanker Andre Ilbawi mengatakan sekitar 70 persen kematian terkait kanker terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah, sementara jumlah kasus di negara-negara itu meningkat dalam laju yang cepat dan merisaukan.

Ia menyatakan bahwa ini menyebabkan keprihatinan, tetapi kepada kami ia mengatakan bahwa tindakan-tindakan sederhana dapat dilakukan bahkan di negara yang paling miskin untuk menangani masalah ini.

“Pertama dan paling penting, prioritas utama adalah mendiagnosa kanker secara dini. Ini adalah intervensi yang lebih signifikan daripada kemajuan teknologi dan obat-obatan mahal yang mungkin tidak terjangkau di negara-negara berpenghasilan rendah. Mengidentifikasi kanker secara dini adalah cara paling efektif untuk merawatnya dan dengan memberikan perawatan dasar, kita dapat menyelamatkan sejumlah besar pasien kanker dengan sumber daya yang minimal,” jelas Ilbawi.

Ilbawi menambahkan, tindakan-tindakan penting yang dapat dilakukan negara-negara berkembang mencakup meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kanker, deteksi dini melalui diagnosa yang lebih baik dalam layanan kesehatan primer dan akses ke perawatan yang terjangkau.

Organisasi Kesehatan Sedunia juga menekankan pentingnya gaya hidup yang sehat. Dikatakan, makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan, gerak badan secara teratur, tidak menggunakan tembakau dan konsumsi alkohol secara moderat dapat menurunkan risiko kanker sampai sepertiga.

 

Sumber : VOAIndonesia.com

 

Kanker Otak

Gejala Kanker Otak yang Patut Anda Waspadai

31 Januari 2018

Kanker merupakan salah satu penyakit paling berbahaya didunia, kanker adalah satu dari beberapa penyakit yang paling membunuh, dan bahkan sebagian besar penderita kanker tak mampu bertahan.

Berbicara tentang penyakit kanker, kanker mempunyai banyak jenis, salah satunya yaitu kanker otak. Kanker otak memang terdengar sangat mengerikan sekali, namun banyak orang yang tak sadar akan bahaya serta gejala kanker otak, terutama wanita. Kanker otak sendiri dibedakan menjadi 2 yaitu tumor primer dan tumor skunder.

Tumor primer yaitu tumor pada otak yang jarang menyebar, sedangkan tumor sekunder merupakan tumor yang dimulai dari bagian tubuh lainnya seperti paru-paru yang kemudian menyebar hingga ke otak.

Untuk menjaga kewaspadaan akan bahaya kanker otak. kita harus tahu akan gejala kanker otak sehingga kita lebih cepat dapat menanganinya. Berikut Gejala Kanker Otak Pada Pria Yang Wajib Anda Ketahui.

  1. Sakit kelapa parah

Sakit kepala memang menjadi tanda atau gejala dari beberapa penyakit. Sakit kepala sering dianggap sepele, karena merupakan salah satu penyakit umum dan kategori penyakit ringan. Namun jika anda meraskaan sakit kepala parah, anda wajib waspada, karena bisa jadi itu adalah kanker otak. Sakit kepala karena kanker otak, terjadi sangat parah dan tak tertahankan, dan akan terjadi berkali-kali dalam waktu yang lama serta diiringi dengan rasa mual dan muntah.

  1. Mual dan muntah yang tak terkendali

Seperti yang telah disebutkan pada point pertama, bahkan kanker otak akan menyebabkan sakit kepala parah serta mual dan muntah. Mual muntah memang hal yang biasa terjadi, namun jika hal ini tejadi hingga tak tertahan anda wajib waspada, terlebih jika usia anda diatas 40 tahun, segeralah pergi ke dokter.

 

Baca Juga : Kanker Payudara Juga Bisa Menyerang Pria. Kenali Gejalanya

 

  1. Sering bingung dan pikiran kabur

Ketika pikiran blang, kabur dan mudah bingung terjadi saat kita lelah dan banyak masalah, mungkin hal tersebut adalaha hal yang wajar, namun jika hal tersebut terjadi berkali-kali bahkan dalam keadaan biasa-biasa saja, anda wajib pergi ke dokter, karena bisa jadi hal tersebut dikarenakan kanker otak yang sangat mematikan.

  1. Kehilangan kendali otot dan ceroboh

Otak merupaka jaringan atau bagian tubuh yang mengendalikan semua fungsi tubuh. Nah ketika otak bermasalah seperti terserang kanker otak, tentu hal ini juga akan berdamapak pada anggota tubuh seperti kehilangan kendali otot. Hal ini sering terjadi seperti anda terlepas saat memenggan sesuatu seperti gelas dan lain sebagainya.

  1. Membuat pengelihatan bermasalah

Tidak hanya menyebabkan sakit kepala luar biasa, kanker otak juga akan mengganggu pengelihatan. Kanker otak akan menganggu sistem pengeliatan sehingga pengelihatan anda akan menjadi kabur dan tidak jelas.

  1. Kejang

Kejang juga merupakan salah satu dari gejala kanker otak. Kejang ini dikarenakan ada gangguan pada otak. Umumnya sel kanker akan menekan sel otak yang akan menyebabkan aliran listrik yang kemudia membuat orang menjadi kejang.

Demikianlah informasi tentang Gejala Kanker Otak Pada Pria Yang Wajib Anda Ketahui. Jangan anggap remeh gejala-gejala diatas, jika anda mengalami gejala diatas, baiknya segera pergi ke dokter. Semoga informasi diatas bermanfaat. Terimakasih.

 

Kanker Payudara

Kanker Payudara Juga Bisa Menyerang Pria. Kenali Gejalanya

Kanker payudara sering dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang wanita, padahal pria juga bisa mengidap kanker tersebut. Kanker dapat berkembang pada jaringan payudara kecil pria, tepatnya di belakang puting. Ya, kanker dapat berkembang pada jaringan payudara apapun, baik berukuran besar, atau pun kecil pada pria.

Salah satu gejala awal yang paling mudah ditemukan adalah terdapat benjolan keras, dan terasa sakit pada salah satu bagian payudara. Itu diungkapkan oleh dokter spesialis bedah konsultan bedah onkologi, dr. M. Yadi Permana, Sp. B (K) Onk.

“Pada dasarnya gejala kanker payudara pada pria, lebih mudah ditemukan dibandingkan dengan wanita. Namun para pria lebih terkesan cuek dan menganggap tabu, sehingga jarang melakukan pemeriksaan,” ucapnya saat dalam acara Serba Serbi Kanker Payudara di Jakarta Selatan, Senin, 29 Januari 2018.

Baca Juga : Kurangi Resiko Kanker Dengan Menjaga Berat Badan Ideal

Gejala awal kanker payudara pada pria pun sama dengan pada wanita. “Gejalanya sama seperti terdapat benjolan keras pada dada, benjolan tersebut tidak bergerak, kulit pada area payudara berubah warna kemerahan, berubah tekstur kulit seperti kulit jeruk, bahkan keluar cairan dari payudara,” ucapnya.

Dokter Yadi juga mengatakan, kanker payudara bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari faktor genetik atau keturunan, hingga pola hidup tak sehat seperti merokok dan minum minuman keras. Jika sudah terdapat tanda-tanda seperti di atas, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan dengan cara USG payudara dan Mammografi.

Sumber : Viva.co.id

Copyrights © 2017 Jamu Heritage. All Rights Reserved.