Jamu Heritage

Jamu merupakan warisan budaya pengobatan asli Indonesia yang telah dilestarikan secara turun-temurun. Jamu, yang terdiri dari racikan berbagai tanaman herbal, dipercaya dapat memberikan khasiat baik bagi tubuh karena telah digunakan bahkan jauh sebelum dikenalnya dunia pengobatan modern.

Survive Kanker

Keluarga Ini Mengidap Jenis Kanker yang Sama Pada 3 Generasi

Pat Boughen (83) dari Yorkshire, Inggris, menderita jenis kanker yang sama dengan anak dan cucunya. Namun, penyebab utamanya bukanlah faktor keturunan. Ibu dan anak asal Inggris ini sama-sama mengidap kanker hanya dengan jarak waktu lima tahun. Kondisi semakin parah ketika generasi ketiga mereka juga didiagnosis dengan jenis penyakit yang sama.

Joanne Moss didiagnosis kanker Non-Hodgkin Lymphoma pada Mei 2010 saat ia berusia 42 tahun. Setelah enam tahun perawatan, ia dinyatakan sembuh. Sayangnya, beberapa bulan setelah kanker Joanne dinyatakan hilang, putrinya, Jessica, mengalami bengkak di leher yang diketahui merupakan Hodgkin’s Lymphoma – jenis kanker yang sama.

Beruntung setelah melakukan operasi untuk mengangkat tumornya serta kemoterapi, kanker Jessica sembuh. Mahasiswi kedokteran mata ini, terpaksa menunda studinya selama setahun untuk menjalani terapi yang melelahkan. Joanne dan Jessica merasa mereka sudah bisa tenang sekarang, tapi takdir berkata lain. September tahun lalu, ibu Joanne, Pat Boughen yang berusia 83 tahun, didiagnosis Hodgkin’s Lymphoma juga.

Keluarga ini mengatakan, mereka tidak memahami nasib buruk yang menaunginya. Mereka tidak hanya melewati satu trauma, tapi tiga kali. Kenyataan bahwa tiga generasi ini mengidap jenis kanker yang sama, sangat membingungkan. Lebih menariknya lagi, tidak ada pengaruh faktor keturunan sama sekali. Ini semacam ‘undian yang kejam’.

Baca Juga: Tanaman ini Mampu Bunuh 98% Sel Kanker Hanya dalam 16 Jam

Menolak menyerah

Keluarga ini berjanji tidak akan menyerah dengan keadaan dan semakin bersemangat melakukan kampanye mengenai kanker. Joanne, yang saat ini tinggal di Washingborough, Inggris, mengatakan: “Ketika Jessica didiagnosis penyakit ini, saya menerapkan ‘mode praktis’. Saya mengambil alih dan memfokuskan diri pada kebutuhannya. Saya mencatat jadwal pengobatan sambil merawatnya,” paparnya.

Namun, Joanne mengatakan, ia menjadi sangat resah dan emosional ketika mendengar ibunya mengidap penyakit yang sama.

“Ketika dokter mengabarkan, saya gemetar dan shock. Saya sangat terguncang. Perlu beberapa minggu sebelum benar-benar bisa menghadapinya. Masih tidak percaya penyakit ini menghampiri keluarga kami lagi,” cerita Joanne.

“Setiap kami berpikir berhasil melewatinya, kanker datang lagi. Dua kali saja sudah menakutkan, apalagi tiga kali. Tidak bisa dipercaya,” ujarnya.

 Mendekatkan keluarga

Jessica yang saat ini berusia 21 tahun, sering menemani neneknya berobat. Ia mengatakan, akan berusaha membuat neneknya tetap kuat. “Terkadang, saya masih merasa shock. Jika sudah begitu, saya akan menggenggam tangan Nana (panggilan Jessica untuk neneknya), dan itu sangat menenangkan,” katanya.

Saat ini, Pat masih menjalankan kemoterapi. Tumor di lehernya sudah hilang dan perawatannya diperkirakan akan selesai pada Maret. “Kalian pasti berpikir ini tidak wajar. Beberapa ada yang kasihan kepada kami karena tiga generasi mengidap penyakit yang sama. Namun, musibah ini juga mendekatkan keluarga kami,” cerita Jessica.

Sumber: NationalGeoGraphic.co.id

Difteri

Apa itu Difteri ? apa saja Gejalanya ? Mari cek dibawah ini !

Difteri adalah infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium. Beberapa gejalanya bila kita terkena difteri adalah sakit 0.tenggorokan, demam, dan terbentuknya lapisan pada amandel dan tenggorokan. Dalam kasus yang sudah lanjut, infeksi dapat menyebar ke organ tubuh lain seperti jantung dan sistem saraf. Infeksi kulit juga ditemukan pada beberapa pasien. Racun yang dihasilkan oleh Corynebacterium dapat berbahaya bila tersebar ke bagian tubuh yang lain.

Kasus difteri banyak ditemui di negara-negara berkembang seperti Indonesia, di mana kesadaran akan pentingnya vaksinasi masih rendah. Difteri dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko.

Tanda dan gejala

Walaupun gejala yang paling mudah terlihat adalah pada mulut dan tenggorokan, namun difteri juga dapat dikenali dari beberapa tanda berikut:

  • tenggorokan seperti dilapisi selaput tebal keabu-abuan
  • radang tenggorokan dan suara menjadi serak
  • pembengkakan pada kelenjar leher
  • masalah pernapasan dan kesulitan menelan
  • hidung berlendir
  • demam dan menggigil
  • batuk
  • perasaan tidak nyaman
  • gangguan penglihatan
  • bicara yang melantur
  • kulit pucat, berkeringat dan jantung berdebar.

Anda harus menghubungi dokter bila gejala di atas muncul setelah Anda atau keluarga melakukan kontak dengan orang yang sudah dinyatakan terkena difteri. Namun, walaupun tidak terjadi kontak, kemungkinan penularan juga dapat terjadi melalui udara atau benda di sekitar kita yang sudah terkontaminasi.

Pemicu difteri

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko seseorang dapat terkena difteri, yaitu:

  • lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat
  • belum mendapat vaksinasi difteri terbaru
  • memiliki gangguan sistem imun, seperti AIDS
  • memiliki sistem imun lemah

Diagnosa dokter

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa adanya pembengkakan pada kelenjar limfa. Apabila dokter melihat lapisan abu-abu pada tenggorokan dan amandel Anda, dokter dapat menduga Anda memiliki difteri. Dokter juga dapat menanyakan sejarah medis serta gejala yang Anda alami.

Guna pemeriksaan yang lebih pasti, dokter dapat melakukan biopsi terhadap sampel jaringan yang diduga terpapar dan memeriksakannya ke laboratorium. Hasil dari laboratorium ini lah yang kemudian dapat digunakan secara pasti bagi dokter untuk menentukan apakah kita terkenda difteri atau tidak – walaupun memiliki gejala di atas.

Bila kita divonis terpapar diferi, dokter akan segera menangani penyakit ini, karena difteri adalah kondisi yang sangat serius. Pertama, dokter akan memberi suntikan antitoksin, untuk melawan racun yang dihasilkan oleh bakteri.

Pada kondisi tertentu, dokter akan menganjurkan pasien untuk dirawat inap agar dapat diobservasi dengan lebih baik.

Baca Juga : Musim Hujan Tiba Seiring dengan Penyakit Langganan, Apa Saja Penyakitnya Itu ?

Apa yang sebaiknya dilakukan bila terkena difteri?

Berikut adalah yang perlu Anda lakukan saat terkena difteri:

  • Istirahat total di rumah dan batasi aktivitas fisik hingga sembuh total.
  • Hindari kontak dengan orang lain agar tidak turut menyebarkan difteri. Bila perlu, berlakukan isolasi ketat.

Bila kita mengabaikan penyakit ini, komplikasi dapat terjadi dan tingkat bahaya akan semakin naik. Apa saja komplikasi yang dapat terjadi? Berikut ini kami paparkan:

  • tertutupnya saluran napas oleh selaput
  • kerusakan pada otot jantung (miokarditis)
  • kerusakan pada saraf (polineuropati)
  • kelumpuhan
  • infeksi paru (gagal napas atau pneumonia)

Lebih lanjut, difteri dapat merenggut nyawa. Bahkan walaupun telah mendapatkan pengobatan, 1 dari 10 penderita difteri meninggal dunia. Namun, jika tidak segera diobati, jumlah kematian meningkat menjadi 1:2.

Cara terbaik mencegah difteri adalah dengan vaksin. Di Indonesia, vaksin difteri biasanya diberikan lewat imunisasi DPT (Difteri, Tetanus, Pertusis), sebanyak lima kali semenjak bayi berusia 2 bulan. Anak harus mendapat vaksinasi DTP lima kali pada usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, 18 bulan, dan usia 4-6 tahun.

Untuk anak usia di atas 7 tahun diberikan vaksinasi Td atau Tdap. Vaksin Td/Tdap akan melindungi terhadap tetanus, difteri, dan pertusis harus diulang setiap 10 tahun sekali. Ini juga termasuk untuk orang dewasa.

Perilaku pencegah Difteri

Walaupun dapat ditangani oleh dokter dan tenaga medis, namun akan jauh lebih baik bila kita berperilaku sehat dan mencegah datangnya difteri. Tidak sulit, beberapa langkah dapat kita lakukan sendiri:

  • biasakan mencuci tangan agar segala penyakit dapat dicegah dari benda-benda terpapar yang kita sentuh
  • konsumsi makan kaya vitamin dan mineral agar kekebalan tubuh meningkat
  • konsumsi makanan dengan kandungan asam lemak. Tidak hanya berperan dalam perkembangan otak, asam lemak juga mampu meningkatkan kekebalan tubuh
  • lakukan imunisasi DPT dan beberapa imunisasi dasar untuk mencegah berbagai penyakit, termasuk difteri

Sumber: Nationageographic.com

Kanker darah Leukimia

Faktor Penyebab dan Jenis Kanker Darah yang Paling Sering Terjadi

Kanker darah atau leukemia adalah kanker yang menyerang sel-sel yang membentuk sel darah dalam sumsum tulang. Pada kondisi normal, sel-sel darah putih akan berkembang secara teratur di saat tubuh membutuhkannya untuk memberantas infeksi yang muncul.

Namun lain halnya dengan pengidap kanker darah. Sumsum tulang akan memproduksi sel-sel darah putih yang abnormal, tidak dapat berfungsi dengan baik, dan secara berlebihan. Jumlahnya yang berlebihan akan mengakibatkan penumpukan dalam sumsum tulang sehingga sel-sel darah yang sehat akan berkurang.

Jenis-jenis Kanker Darah

Ada berbagai jenis kanker darah. Berdasarkan kecepatan perkembangannya, kanker ini dapat dikelompokkan menjadi akut dan kronis.

Kanker darah akut berkembang dengan cepat akibat penambahan jumlah sel darah putih yang abnormal yang pesat dan penyebarannya ke dalam aliran darah. Jenis ini harus ditangani dengan segera.

Sementara itu, kanker darah kronis berkembang secara perlahan-lahan dan dalam jangka panjang. Gejalanya cenderung tidak segera dirasakan sehingga baru terdiagnosis setelah bertahun-tahun. Sel-sel darah putih yang seharusnya sudah mati akan tetap hidup dan menumpuk dalam aliran darah, sumsum tulang, serta organ-organ lain yang terkait.

Kanker darah juga dapat dikategorikan menurut jenis sel darah putih yang diserang. Kanker darah yang menyerang sel-sel limfa dikenal dengan istilah leukemia limfotik dan yang menyerang sel-sel mieloid disebut leukemia mielogen.

Berdasarkan dua pengelompokan di atas, terdapat empat jenis kanker darah yang paling sering terjadi. Berikut ini penjelasan untuk masing-masing jenis.

Leukemia limfotik akut atau acute lymphocytic leukemia (ALL)

ALL dapat menghambat fungsi limfosit sehingga pengidapnya berpotensi mengalami infeksi yang serius. Kanker darah ini umumnya diidap oleh anak-anak, tapi juga mungkin menyerang dewasa.

Leukemia mielogen akut atau acute myelogenous leukemia (AML)

Ini adalah jenis kanker darah yang umumnya menyerang dewasa. Tetapi AML juga dapat diidap oleh anak-anak serta remaja. Kanker ini akan membentuk sel-sel mieloid yang tidak sempurna dan dapat menyumbat pembuluh darah.

Leukemia limfotik kronis atau chronic lymphocytic leukemia (CLL)

Jenis kanker darah ini hanya dialami oleh orang dewasa. CLL umumnya baru terdeteksi pada stadium lanjut karena pasien cenderung tidak merasakan gejala-gejalanya untuk waktu yang lama.

Leukemia mielogen kronis atau Chronic myelogenous leukemia (CML)

Jenis kanker darah ini umumnya diderita oleh dewasa. CML memiliki dua tahap. Pada tahap pertama, sel-sel abnormal akan berkembang secara perlahan-lahan. Lalu saat memasuki tahap kedua, jumlah sel-sel abnormal akan bertambah dengan pesat sehingga kondisi pasien akan menurun secara drastis.

Secara umum, kanker darah atau leukemia terjadi akibat produksi sel darah putih yang terlalu cepat sehingga banyak sel yang masih belum terbentuk secara sempurna dan akhirnya kekebalan tubuh penderitanya tidak berfungsi secara maksimal.

Gejala-gejala Kanker Darah

Gejala kanker darah sangat beragam. Tiap penderita biasanya mengalami indikasi yang berbeda-beda, tergantung kepada jenis kanker darah yang diidap.

Indikasi-indikasi kanker ini juga cenderung sulit dikenali karena cenderung mirip dengan kondisi lain, seperti flu. Karena itu, kita perlu mewaspadai gejala-gejala umum yang tidak kian membaik atau mereda, seperti:

  • Lemas atau kelelahan yang berkelanjutan.
  • Demam.
  • Menggigil.
  • Sakit Kepala.
  • Muntah-muntah.
  • Keringat berlebihan, terutama pada malam hari.
  • Nyeri pada tulang atau sendi.
  • Penurunan berat badan.
  • Pembengkakan pada limfa noda, hati, atau limpa.
  • Muncul infeksi yang parah atau sering terjadi.
  • Mudah mengalami pendarahan (misalnya sering mimisan) atau memar.
  • Muncul bintik-bintik merah pada pada kulit.

Jika Anda atau anak Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera hubungi dan periksakan diri ke dokter. Terutama untuk gejala yang sering kambuh atau tidak kunjung membaik.

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Darah

Penyebab dasar kanker darah belum diketahui secara pasti. Tetapi terdapat sejumlah faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker ini. Faktor-faktor pemicu kanker darah tersebut meliputi:

  • Faktor keturunan. Jika memiliki anggota keluarga yang mengidap kanker darah, risiko Anda untuk terkena kanker yang sama akan meningkat.
  • Kelainan genetik, misalnya sindrom down.
  • Pernah menjalani pengobatan kanker. Kemoterapi atau radioterapi tertentu diduga dapat memicu kanker darah.
  • Pengaruh kelainan darah yang diderita, misalnya myelodysplastic syndrome.
  • Pernah mengalami pajanan terhadap radiasi tingkat tinggi atau zat-zat kimia tertentu. Misalnya orang yang pernah terlibat dalam kecelakaan yang berhubungan dengan reaktor nuklir atau mengalami pajanan zat kimia seperti benzena.
  • Merokok. Rokok tidak hanya akan meningkatkan risiko kanker darah (terutama leukemia mielogen akut), tapi juga berbagai penyakit lain.

Diagnosis dan Pengobatan Kanker Darah

Pada tahap awal, dokter akan menanyakan gejala-gejala yang ada sebelum memeriksa kondisi fisik Anda. Jika menduga Anda mengidap kanker darah, misalnya karena adanya pembengkakan pada limfa noda, hati, atau limpa, dokter akan menganjurkan pemeriksaan lebih mendetail yang meliputi tes darah serta biopsi sumsum tulang.

Tes darah akan menunjukkan kadar sel darah putih yang abnormal. Sementara biopsi sumsum tulang digunakan untuk memastikan keberadaan sel-sel kanker darah. Prosedur yang dilakukan dengan mengambil sampel sumsum tulang ini juga digunakan untuk mengetahui jenis kanker darah.

Setelah diagnosis kanker darah positif, dokter akan mendiskusikan langkah pengobatan yang tepat. Jenis penanganan yang akan Anda jalani tergantung kepada banyak faktor, antara lain usia dan kondisi kesehatan Anda serta jenis dan stadium kanker darah yang Anda idap. Berikut ini adalah metode pengobatan yang umumnya dianjurkan untuk menangani kanker darah.

  • Kemoterapi untuk membunuh sel-sel kanker.
  • Radioterapi untuk menghancurkan dan menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.
  • Terapi terfokus untuk menyerang bagian-bagian rentan dalam sel-sel kanker.
  • Terapi biologis untuk membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan menyerang sel-sel kanker.
  • Transplantasi sel induk atau stem cell untuk penggantian sumsum tulang yang sudah rusak dengan yang sehat. Sel-sel induk yang digunakan bisa berasal dari tubuh Anda sendiri atau tubuh orang lain sebagai pendonor. Kemoterapi atau radioterapi biasanya akan dilakukan sebagai langkah persiapan sebelum menjalani prosedur transplantasi ini.

Badan Kesehatan Dunia (PBB) atau WHO menyatakan bahwa pencegahan merupakan strategi terbaik yang paling efektif untuk mengontrol penyakit kanker. Lebih jauh dipaparkan bahwa satu dari tiga kasus kanker sesungguhnya dapat dicegah sebelum kanker tersebut meluas dan memperparah kondisi pasien.

Skema Pencegahan Kanker ditujukan bagi Anda yang ingin melakukan pencegahan terhadap penyakit kanker. Pencegahan dapat dilakukan oleh siapa saja, baik memiliki keturunan kanker atau tidak.

Bagi anda penderita Kanker Darah, kami dari jamuheritage.com telah menyediakan Skema Pengobatan Kanker Darah lengkap dengan dosis-dosis yang dibutuhkan.

CPOTB

Taraf Kualitas Produk Jamu Heritage Dibuktikan Melalui Standar Produksi Yang Sangat Baik

Produk-produk Jamu Heritage sangat berkualitas karena memenuhi rekomendasi standar produksi CPOTB dari Badan POM Republik Indonesia.

CPOTB merupakan singkatan dari Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik.

Pada tahun 2015 ini, Jamu Heritage telah memenuhi rekomendasi standar produksi CPOTB yang ditetapkan oleh Badan POM RI. Pemenuhan standar tinggi ini menjadi bukti komitmen dari dr. Paulus W. Halim dan Jamu Heritage dalam memberikan produk berkualitas bagi konsumen.

Tidak seluruh industri herbal mampu memenuhi standar produksi baru dari Badan POM RI ini karena tingginya standar kualitas yang ditetapkan. Terbukti bahwa kami merupakan satu-satunya industri herbal di provinsi Banten yang mampu memenuhi syarat-syarat rekomendasi standar CPOTB.

Bahkan produk-produk Jamu Heritage melampaui beberapa syarat minimum yang ditetapkan diantaranya,

  • Syarat Uji Logam Berat
    Badan POM RI menetapkan setiap produk harus melampaui setidak-tidaknya TIGA uji logam berat.
    Sedangkan seluruh produk Jamu Heritage melewati LIMA Syarat Uji Logam Berat.
  • Syarat Uji Bahan Pengawet
    Badan POM RI menetapkan setiap produk harus melampaui setidak-tidaknya TIGA uji bahan pengawet.
    Sedangkan seluruh produk Jamu Heritage melewati LIMA Syarat Uji Bahan Pengawet.

Selain memenuhi standar produksi yang baik (melalui serangkaian persyaratan tes), seluruh produk Jamu Heritage juga didukung oleh bahan baku yang aman melalui petani-petani tanaman herbal organik binaan dari seluruh penjuru Indonesia.

Ke depannya, Jamu Heritage berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik melalui produk berkualitas bagi konsumen.

 

musim hujan

Musim Hujan Tiba Seiring dengan Penyakit Langganan, Apa Saja Penyakitnya Itu ?

Seiring menurunnya suhu udara akibat musim hujan, penyakit dan gangguan kesehatan akibat cuaca dingin juga mulai meningkat.

“Udara dingin memunculkan beberapa risiko kesehatan, terutama bagi lansia,” ujar dokter spesialis geriatri dari Harvard Medical School, dokter Suzanne Salamon, mengutip Health Harvard, Selasa (28/11). Selama ini kita tahu bahwa flu akan menyerang kita pada saat musim hujan. Namun , Tidak cuma flu yang sering jadi penyakit langganan di suhu dingin, berikut beberapa gangguan kesehatan yang sering muncul di musim hujan:

  1. Flu dan demam

Anda bisa mencegah flu dan demam dengan rajin mencuci tangan. Hal ini akan menghilangkan kuman yang mungkin menempel ketika Anda menyentuh permukaan benda yang juga disentuh orang lain. Sangat penting juga untuk menjaga kebersihan peralatan rumah tangga, seperti gelas, piring, dan handuk. Terutama jika ada anggota keluarga yang sedang sakit.

Tips: Jika Anda flu, gunakan tisu kertas dan bukannya sapu tangan, untuk menghindari paparan kuman berkali-kali.

  1. Radang tenggorokan

Mengutip NHS, radang tenggorokan sering terjadi saat cuaca dingin, dan hampir selalu disebabkan oleh infeksi viral. Ada bukti menunjukkan, perubahan suhu, seperti dari ruangan yang hangat pindah ke luar ruangan yang dingin, yang bisa mengganggu tenggorokan.

Tips: Salah satu obat mujarab untuk radang tenggorokan adalah dengan berkumur menggunakan air garam.

Aduk satu sendok teh garam ke dalam air matang yang sudah dingin. Namun, hal ini tidak akan menyembuhkan infeksi, tapi bisa memberi efek menenangkan dan membuat badan jadi lebih nyaman pada musim hujan.

  1. Asma

Cuaca dingin adalah pemicu utama simtom asma, seperti mengi dan napas pendek. Orang-orang dengan asma harus ekstra hati-hati saat cuaca dingin.

Tips: Usahakan tetap berada di dalam ruangan ketika saat cuaca sedang sangat dingin dan berangin. Jika keluar, gunakan syal, tutupi hidung dan mulut.

Beri perhatian khusus terhadap konsumsi obat harian, dan pastikan inhaler selalu berada dalam jangkauan.

  1. Norovirus

Norovirus adalah virus flu perut yang sangat mudah menular. Mereka bisa menyerang sepanjang tahun, tapi jadi lebih berbahaya saat cuaca dingin dan di tempat-tempat seperti hotel, rumah sakit, panti jompo, dan sekolah. Walaupun penyakit ini sangat tidak enak, karena bikin penderitanya mengalami muntah-muntah parah, virus ini biasanya hilang hanya dalam beberapa hari.

Tips: Ketika Anda mengalami muntah-muntah dan diare, sangatlah penting untuk minum banyak cairan untuk menghindari dehidrasi. Anak-anak dan orang tua sangatlah rentan.

  1. Nyeri sendi

Nyeri Sendi Kebanyakan orang yang memiliki artitis mengatakan, sendi mereka jadi lebih sakit dan kaku saat cuaca dingin, walaupun belum diketahui kenapa bisa begini. Tidak ada bukti yang menunjukkan, perubahan suhu menyebabkan kerusakan sendi.

Tips: Banyak orang jadi sedikit depresi saat musim dingin, dan hal ini membuat mereka jadi lebih sensitif terhadap rasa sakit. Semuanya terasa jadi lebih buruk, termasuk kondisi medis.

Olahraga secara rutin bisa mendongkrak kondisi mental dan fisik seseorang. Bagi mereka dengan gangguan sendi, berenang adalah pilihan yang paling aman.

  1. Serangan jantung

Serangan jantung lebih sering terjadi saat cuaca dingin. Hal ini bisa jadi akibat suhu dingin meningkatkan tekanan darah dan memaksa jantung bekerja ekstra. Belum lagi, jantung juga harus bekerja lebih berat untuk menjaga suhu tubuh ketika dingin.

Tips: Jika ada memiliki risiko serangan jantung, usahakan selalu berada di tempat yang hangat. Ketika harus keluar, pastikan mengenakan pakaian yang bisa menjaga hangat tubuh.

 

template artikel (5)

Bagaimana Tingkat Kesehatan di Masa Depan? Ini Pandangan Jack Ma

Apa kata Jack Ma tentang kesehatan dimasa depan ?

Anak laki laki Jack Ma, Ma Zheng Kun yang lahir tahun 1992, karena mengidap penyakit kanker otak telah meninggal dunia pada tahun 2014.

Kabar duka cita di pertengahan Tahun, bagi Jack Ma adalah seperti kilat petir di hari yang cerah, Karena Group Raksasa Alibaba tidak bisa diwariskan kepada anak kandungnya sendiri.

Jack Ma berkata : Sepuluh tahun yang akan datang kanker akan menghantui setiap keluarga, jangan menolak orang yang membicarakan tentang kesehatan kepada anda.

Jangan menolak teman yang membicarakan kesehatan kepada anda, menolak mereka sama dengan menolak hidup kita sendiri, lihat bagaimana cara pandang Jack Ma !

Jack Ma berkata :
10 tahun lagi ada 3 macam kanker yang akan menghantui setiap keluarga, yang paling khawatir adalah keluarga yang tidak memiliki uang yang cukup untuk berobat.

Kami percaya 10 tahun kemudian 3 macam kanker yang akan menghantui setiap keluarga di China adalah kanker hati, kanker paru paru dan kanker lambung.

Kanker hati kebanyakan karena air minum, kanker paru paru karena udara yang kita hirup, kanker lambung karena makanan kita.

30 tahun yang lalu ada berapa orang yang mengetahui siapa yang mengidap kanker, dulu kanker adalah suatu penyakit langka, sekarang menjadi suatu penyakit yang umum.

Di dunia ini tempat tidur apa yang paling mahal ? tempat tidur untuk orang sakit

Sebuah perkataan yang sangat bagus dari Jack Ma tentang kesehatan :

Ada orang yang bisa menggantikan anda mengemudi mobil, menghasilkan uang, menghabiskan uang, tapi tidak ada orang yang bisa menggantikan anda sakit.

Barang yang sudah hilang masih bisa dicari kembali, tapi ada satu barang yang sudah hilang tidak bisa kembali lagi, yaitu HIDUP.

Saat seorang sedang masuk ke ruang operasi baru menyadari ada satu buku yang belum dibaca, yaitu buku cara menjaga kesehatan dan memproteksi diri dan keluarga !

Perbaiki komposisi muscle dan bodyfat anda mulai sekarang dengan TR 90 sebagai langkah awal disambung dengan JAMU ( jaga mulut ) untuk maintenance selanjutnya. Kalau tidak dari sekarang kapan lagi kalian mau berubah ?

TR 90 adalah singkatan dari Transform your life in 90 days ( ubahlah hidup anda dalam 90 hari ) … You are what you eat
Salam sehat sejahtera selalu untuk kita semua

Pesan Moral, cara makan yg baik dan jangan di balik an :
> Makan pagi harus seperti Raja
> Makan siang harus seperti rakyat &
> Makan malam harus seperti pengemis

 

template artikel (4)

Tekan Risiko Kematian Sejak Dini

JAKARTA,—Kanker paru masih menjadi salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Hal itu karena gejala kanker paru-paru tidak dapat dideteksi sejak dini. Maka dari itu, kesadaran masyarakat terhadap kanker paru harus terus ditingkatkan agar risiko kematian akibat kanker paru-paru bisa ditekan sejak dini.

Pada kampanye bulan kepedulian kanker paru, Sabtu (25/11), di Jakarta, Perhimpunan Dokter Spesialis Onkologi Radiasi Indonesia (Pori) dengan Komite Penanggulangan Kanker Nasional menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya kanker paru-paru.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, pada 2015 terdapat hampir 1,7 juta orang yang didiagnosis mengidap kanker paru. Sementara menurut laporan Global Burden Cancer pada 2012, terdapat 1,2 juta (16,8 persen) angka kejadian baru pada kanker. Dari jumlah tersebut, lebih dari 1 juta (30 persen) kematian disebabkan oleh kanker paru.

Menjauhi rokok

Dokter Departemen Pulmonologi dan Respiratori Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Elisna Syahruddin mengatakan, mendeteksi sel kanker paru sejak dini belum bisa dilakukan karena teknologi belum menunjang. Elisna menyampaikan bahwa hal paling baik yang bisa dilakukan masyarakat adalah pencegahan primer dengan cara benar-benar menjauhi rokok. Hal lainnya adalah secara aktif melakukan pemeriksaan rutin ke dokter ahli paru-paru oleh kelompok risiko yang mencakup perokok dan berusia 40 tahun ke atas.

Elisna menjelaskan, harapan hidup pasien selama lima tahun bisa masih besar jika gejala kanker paru-paru segera disadari pada stadium awal. Setelah itu mesti dilakukan tindakan operasi. Menurut Elisna, kanker selama ini menjadi pembunuh utama karena gejalanya terlambat disadari.

“Biasanya baru tahu kalau seseorang mengidap kanker paru ketika sudah stadium tiga atau empat. Kalau di keluarga ada yang kanker artinya kewaspadaan harus ditingkatkan,” ujar Elisna.

Ketua Komite Penanggulangan Kanker Nasional Soehartati Gondhowiardjo mengatakan, gejala kanker paru yang patut diperhatikan setiap orang adalah batuk.

Menurut Soehartati, tidak ada batuk yang biasa. Jika seseorang mengalami batuk dalam jangka waktu lama, bahkan sampai mengeluarkan darah dan disertai penurunan berat badan yang tidak wajar, hal itu menjadi pertanda awal mengidap kanker paru-paru.

“Batuk bisa menjadi pertanda awal seseorang mengidap kanker paru-paru,” ujarnya. (DD10)

Sumber : Kompas, 27 November 2017

template artikel (2)

Pura-Pura sakit, apakah gangguan jiwa atau bukan ?

Pura-pura sakit Saat ini sedang ramai menjadi perbincangan di indonesia

Menulis pada laman psikomatik.net, Jumat (17/11/2017), dr Andri, SpKJ, FAPM yang bertugas di klinik Psikosomatik RS Omni, Alam Sutera, Serpong, Tangerang, mengatakan, pura-pura sakit memiliki nama ilmiah malingering. Dia mengatakan, malingering bukanlah gangguan jiwa.

Buku manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Metal atau DSM-5 edisi terakhir terbitan American Psychiatric Association menyebut, malingering mendapat kode V, sebagai salah satu kondisi yang mungkin menjadi fokus perhatian klinis. Motivasi untuk malingering biasanya bersifat eksternal. Misalnya, menghindari tugas militer atau pekerjaan, mendapat kompensasi finansial, atau menghindari tuntutan pidana.

“Jadi malingenring adalah perilaku yang disengaja untuk tujuan eksternal. Ini tidak dianggap sebagai gangguan jiwa atau psikopatologi meski bisa terjadi pada gangguan jiwa lainnya,” kata Andri. Menurut DSM-5, malingering harus dicurigai dengan adanya empat kombinasi.

Keempatnya adalah masalah medikolegal (misal seorang pasien mencari kompensasi karena cidera), perbedaan yang ditandai antara tekanan yang diklaim dan temuan obyektif, kurangnya kerja sama selama evaluasi dan dalam mematuhi perlakuan yang ditentukan, adanya gangguan kepribadian antisosial.

Oleh para ahli, malingering sering dikaitkan dengan gangguan kepribadian antisosial dan ciri kepribadian histrionik. Mereka menyebut orang dengan malingering susah untuk menjaga konsistensi dengan klaim palsu dan berlebihan untuk waktu yang lama.

“Orang yang sedang berpura-pura biasanya tidak memiliki pengetahuan bagaimana harus bersikap dalam menjaga kelainan pura-pura sakit itu agar tampak benar-benar sakit,” ujarnya.

Dia menambahkan, wawancara dan pemeriksaan berkepanjangan terhadap orang dengan malingering dapat menyebabkan kelelahan dan mengurangi kemampuannya yang sedang malingering untuk mempertahankan kebohongannya.

“Urutan pertanyaan yang cepat akan meningkatkan kemungkinan tanggapan yang kontradiktif dan tidak konsisten,” ujarnya. 

Apakah perlu bantuan dokter atau tidak ?

“Perlu ketegasan dokter dan upaya pihak medis tanpa dicampuri oleh pihak lain dalam menangani kasus malingering. Dokter juga perlu bekerja tanpa tekanan yang bisa mempengaruhi kebebasannya dalam melakukan pekerjaan dokter,” ujarnya.

Jika kasus seperti ini terjadi di Indonesia, hal ini tercantum dalam Kode Etik Kedokteran Indonesia Pasal 3. “Dalam melakukan pekerjaan kedokteran, seorang dokter tidak boleh dipengaruhi oleh sesuatu yang mengakibatkan hilangnya kebebasan dan kemandirian.

template artikel (1)

Gejala, Penyebab serta Langkah Pencegahan untuk Kanker Mulut

Kanker mulut adalah kanker yang tumbuh dan berkembang di dalam mulut. Misalnya pada bibir, lidah, gusi, dinding mulut, serta langit-langit mulut. Kanker ini dapat menyebar secara langsung ke jaringan-jaringan di sekitar mulut atau melalui kelenjar getah bening. Di antara seluruh kasus kanker yang muncul, diperkirakan hanya terdapat dua persen kanker mulut. Karena itu, jenis kanker ini termasuk kanker yang jarang terjadi.

Sebagian besar kanker mulut menyerang lansia berusia 50-75 tahun dan lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita. Tetapi kanker ini juga dapat terjadi pada kalangan dewasa muda, terutama akibat infeksi HPV (human papillomavirus).

Jenis Kanker Mulut

Kanker mulut yang paling umum terjadi adalah karsinoma sel skuamosa. Diperkirakan sekitar 90 persen pengidap kanker mulut menderita jenis ini.

Jenis kanker mulut lainnya adalah melanoma oral ganas dan adenokarsinoma. Melanoma oral ganas adalah kanker yang berkembang dari sel melanosit. Sedangkan adenokarsinoma adalah kanker yang menyerang kelenjar air liur.

Gejala-gejala Kanker Mulut

Seperti kanker pada umumnya, gejala kanker mulut juga jarang dan sulit terdeteksi pada stadium awal. Karena itu, kita sebaiknya mewaspadai gejala-gejala umumnya yang meliputi:

  • Sariawan yang tidak kunjung sembuh.
  • Bercak kemerahan atau putih dalam mulut.
  • Benjolan atau penebalan pada dinding dalam mulut.
  • Rasa sakit dalam mulut, terutama lidah.
  • Sulit atau rasa sakit saat menelan serta mengunyah.
  • Gigi yang goyang tanpa penyebab yang jelas.
  • Perubahan suara.
  • Mengalami kesulitan saat bicara.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening pada leher.
  • Rahang yang terasa kaku atau sakit.
  • Sakit tenggorokan.

Gejala kanker mulut juga cenderung sulit dikenali karena sering kali mirip dengan indikasi penyakit lain yang lebih ringan. Tetaplah waspada dan segera periksakan diri ke dokter jika gejala-gejala tersebut tidak kunjung sembuh selama lebih dari dua minggu, terutama bagi perokok berat atau yang sering mengonsumsi minuman keras.

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Mulut

Kanker mulut disebabkan oleh adanya perubahan pada perkembangan sel-sel dalam mulut atau bibir. Penyebab di balik mutasi ini belum diketahui secara pasti. Meski demikian, terdapat beberapa faktor yang dipercaya dapat memicu kemunculan kanker ini. Di antaranya adalah:

  • Menggunakan segala jenis tembakau, seperti rokok, cerutu, serta tembakau kunyah.
  • Konsumsi minuman keras secara berlebihan.
  • Infeksi HPV (human papillomavirus).
  • Pola makan yang buruk.
  • Kebersihan mulut yang tidak terjaga, misalnya membiarkan gigi berlubang atau gusi yang mengalami infeksi.
  • Mengunyah buah pinang.

Langkah Pencegahan Kanker Mulut

Karena penyebabnya yang belum diketahui, kanker mulut tidak dapat dicegah sepenuhnya. Tetapi Anda tetap dapat mengambil langkah-langkah sederhana untuk menurunkan risikonya, yaitu:

  • Berhenti merokok dan jangan menggunakan tembakau dalam bentuk apa pun.
  • Hindari atau membatasi konsumsi minuman keras Anda.
  • Terapkan pola makan yang sehat dan seimbang, terutama dengan meningkatkan konsumsi sayur dan buah-buahan.
  • Menjaga kebersihan mulut, misalnya rajin menyikat gigi.
  • Memeriksakan kesehatan gigi secara teratur, setidaknya setahun sekali.

 

Badan Kesehatan Dunia (PBB) atau WHO menyatakan bahwa pencegahan merupakan strategi terbaik yang paling efektif untuk mengontrol penyakit kanker. Lebih jauh dipaparkan bahwa satu dari tiga kasus kanker sesungguhnya dapat dicegah sebelum kanker tersebut meluas dan memperparah kondisi pasien.

Skema Pencegahan Kanker ditujukan bagi Anda yang ingin melakukan pencegahan terhadap penyakit kanker. Pencegahan dapat dilakukan oleh siapa saja, baik memiliki keturunan kanker atau tidak.

 

Bagi anda penderita Kanker Darah, kami dari jamuheritage.com telah menyediakan Skema Pengobatan Kanker Mulut lengkap dengan dosis-dosis yang dibutuhkan.

Sumber: aladokter.com

Copyrights © 2017 Jamu Heritage. All Rights Reserved.