Jamu Heritage

Jamu merupakan warisan budaya pengobatan asli Indonesia yang telah dilestarikan secara turun-temurun. Jamu, yang terdiri dari racikan berbagai tanaman herbal, dipercaya dapat memberikan khasiat baik bagi tubuh karena telah digunakan bahkan jauh sebelum dikenalnya dunia pengobatan modern.

22 October 2020
WhatsApp Image 2020-10-13 at 11.30.25

Ternyata Jamu Asli Indonesia Dapat Mengatasi Pasien Covid-19

Pada masa sekarang ini obat herbal menjadi salah satu daya tarik dari sebuah negara dalam meningkatkan kekuatan penyembuhannya. Salah satu yang terbaru saat ini adalah negara Tiongkok. Presiden Tiongkok Xi Jinping sangat senang sekali dengan pengobatan tradisional dan bahkan tidak segan-segan Presiden Xi Jinping menyebut pengobatan tradisional sebagai “harta karun ilmu pengetahuan Tiongkok kuno dan kunci arsip peradaban Tiongkok”.

Sebuah perusahaan berita terkenal yaitu BBC memberitakan bahwa dalam buku putih yang dirilis pemerintah China Juni lalu menunjukan bahwa 92% kasus Covid-19 di negara tersebut dirawat dengan cara tertentu. TCM (Traditional Chinese Medicine) adalah salah satu bentuk praktik medis tertua di dunia dan mencakup beberapa perawatan mulai dari ramuan herbal hingga akupunktur.

Ternyata Obat herbal Indonesia juga sudah terbukti secara empiris atau turun temurun dapat digunakan untuk mengobati seperti contohnya daun sambiloto yang berfungsi sebagai imunmodulator untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Selain sambiloto ada juga temulawak yang memiliki kandungan Kurkuminoid memiliki banyak khasiat, antara lain mengurangi peradangan, membantu melindungi fungsi hati dari zat toksik, menjaga produksi empedu sehingga terjaganya kestabilan lemak dalam darah, dan membantu menjaga daya tahan tubuh. Lalu apabila sambiloto dan temulawak digabungkan menjadi suatu obat herbal maka khasiatnya sangat luar biasa tanpa memiliki efek samping yang berbahaya bagi tubuh.

“Selama ribuan tahun, penggunaan tanaman obat selalu dalam bentuk majemuk. Bentuk majemuk untuk mendapatkan efek sinergisme dari tanaman utama dan untuk menetralisir efek samping dari antara tanaman obat itu sendiri. Hal ini, yang di terapkan dalam membuat suatu formulasi jamu. Akan tetapi pemahaman obat kimia selalu berbentuk tunggal sehingga seringkali menimbulkan efek samping negatif pada pengguna. Jadi, pada umumnya dokter selalu meresepkan obat-obat kimia dalam bentuk campuran atau majemuk dimana kombinasi dari obat kimia sesudah masuk ketubuh manusia tidak bisa di gambarkan sesuai dengan hasil penelitian yang berbentuk tunggal.” Ujar dr. Paulus W. Halim, ahli bedah lulusan Padua, Italy dan Sebagai Konsultan Ahli Lepra di Departement Kesehatan Pemerintah Republik Uganda.

Menurut Ahmad Rusdan Utomo, Ph.D, ahli dan peneliti biologi molekuler, obat herbal dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan mengurangi masalah peradangan.

Selain itu, Prof. Dr. Chairul A. Nidom, Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin dari Professor Nidom Foundation (PNF) mengungkapkan, dalam penelitian yang dialakukan pada 2008, bahwa curcumin pada temulawak mampu mengendalikan sitokin inflamatori sehingga tidak terjadi badai sitokin. Sitokin adalah protein yang dihasilkan system kekebalan tubuh untuk melakukan berbagai fungsi penting dalam penanda sinyal sel. Sitokin tersebut lalu bergerak menuju jaringan yang terinfeksi dan berikatan dengan reseptor sel tersebut untuk memicu reaksi peradangan. “Pada kasus Covid-19, sitokin bergerak menuju jaringan paru-paru untuk melindunginya dari serangan SARS-CoV-2,” jelas Penanggung jawab Logistik dan Perbekalan Farmasi RSUP Dr. Kariadi Semarang, MahirsyahWellyan TWH., S.Si., Apt., Msc.,

Dengan data di atas dapat di simpulkan bahwa kita sebagai masyarakat dapat mempercayai obat herbal sebagai pilihan utama dalam pencegahan, penyembuhan dan pemulihan. Apalagi dengan keadaan pandemi Covid-19 sekarang ini obat herbal bisa membantu menguatkan imunitas dan membantu meredakan peradangan. Obat herbal memiliki banyak manfaat bagi Kesehatan dari tubuh manusia karena hampir tidak memiliki efek samping. Karena kandungan zat aktif di dalam herbal sangat minim maka dibutuhkan proses yang tidak instan.

Ini adalah kisah nyata sebagai salah satu bukti khasiatnya herbal asli Indonesia.

Berawal dari seorang ibu, pasien dr. Paulus, yaitu Ibu Nelce berusia 68 tahun.

Pada tanggal 18 September 2020, mengalami demam dan perut terasa tidak nyaman sehingga melakukan Rapid test Covid-19 dengan hasil IgG reaktif dan Igm dinyatakan non-reaktif, untuk memastikan maka keluarga ibu Nelce melakukan swab test dan dinyatakan positif Covid -19. Lalu melaporkan ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat.

Setelah berunding dengan keluarga, akhirnya diputuskan ibu Nelce untuk karantina mandiri. Kemudian ibu Ruth Sovia putri dari ibu Nelce menghubungi dokter Paulus, bahwa ibunya positif virus Covid-19.

Dokter Paulus memberikan resep obat herbal ramuannya yaitu:

Curandro: 3×3 kapsul, Curhepar: 3×2 kapsul, Curviru: 3×2 kapsul

Pada tanggal 21 September 2020 ibu Nelce mulai mengonsumsi obat herbal tersebut. Selang 7 hari kemudian, kondisi tubuh ibu Nelce membaik dan di lakukan Rapid Test, hasilnya IgG reaktif masih berbayang dan IgM nya non-reaktif. Karena masih kurang yakin dengan hasil yang berbayang pada rapid test, maka pada tanggal 2 Oktober 2020. ibu Nelce melakukan swab test ulang dan dinyatakan negatif covid-19.

Dari kisah diatas dapat disimpulkan bahwa kecepatan menangani masalah covid 19 pada lansia sangat lah diperlukan. Tindakan cepat dan mengikuti protokol kesehatan seperti melakukan swab test, isolasi mandiri dan melakukan Terapi dengan herbal asli Indonesia.

Ternyata Jamu Indonesia bisa memberikan hasil yang nyata dan efektif dalam waktu singkat. Kita harus bangga dengan Jamu Indonesia yang terkenal khasiatnya.www.jamuheritage.com.

Jika Anda Merasa Artikel Ini Bermanfaat, bagikan artikel baik ke Keluarga, Kerabat, dan Sahabat Anda. Semoga Bermanfaat.


You must be logged in to post a comment.

Copyrights © 2017 - 2024 Jamu Heritage. All Rights Reserved.