Tag Archives: makanan

Jamu Heritage

Pasien Kanker Nasofaring Harus Hindari Makan Makanan Ini

Jamuheritage artikel

Pada sebuah survei dan penelitian terbaru menunjukkan bahwa setidaknya lima dari 100.000 orang di Indonesia menderita penyakit kanker nasofaring. Kanker nasofaring menempati urutan keempat dalam lima kelompok tumor ganas yang umum ditemukan di Indonesia, bersama dengan kanker payudara, leher rahim, paru-paru dan kulit. Kanker nasofaring yang paling umum ditemukan di Indonesia adalah kanker tenggorokan dan kanker kepala-leher.

Spesialis THT di Rumah Sakit Meilia Cibubur yaitu dr. Selfiyanti Bimantara, SpTHT-KL, mengsketsakan kanker nasofaring adalah jenis kanker yang tumbuh di nasofaring (di belakang rongga hidung, di belakang langit-langit). Kanker cukup berbahaya karena kanker ini sulit dideteksi pada tahap awal karena gejalanya menyerupai penyakit lain.

Ini adalah makanan yang harus dihindari oleh pasien Nasofaring:

  1. Jangan mengkonsumsi minuman beralkohol

Bagi penderita kanker nasofaring, alkohol adalah zat yang harus dihindari dalam tubuh, mengonsumsi alkohol dapat menyebabkan iritasi pada mulut, kerongkongan dan lambung, membahayakan tubuh pasien dan memengaruhi efektivitas pengobatan.

  1. Jangan mengonsumsi makanan beryodium tinggi

Pasien kanker nasofaring harus mengurangi konsumsi udang, kepiting, rumput laut dan jenis makanan tinggi-yodium lainnya, karena yodium larut dalam jaringan lunak yang mengarah pada ulserasi tumor, yang memengaruhi perawatan pasien.

  1. Jangan mengonsumsi makanan pedas

Dalam makanan sehari-hari, pasien kanker nasofaring harus menghindari bawang, jahe, cabai, lada, kayu manis, dan makanan pedas lainnya, karena jenis makanan ini dapat menyebabkan panas pada pembuluh darah tubuh, mengakibatkan kekambuhan atau penyebaran.

  1. Jangan mengkonsumsi makanan yang diawetkan

Jangan mengkonsumsi makanan yang diawetkan, seperti daging, acar, ikan asin, dan makanan yang mengandung nitrosamin dan karsinogen lainnya. Dalam penelitian tersebut ditemukan, kanker nasofaring berkaitan erat dengan mengonsumsi banyak makanan yang diawetkan. Selain itu, makanan jenis ini dapat memperparah kondisi penyakit pasien.

Jika Anda ingin mendapatkan hasil pengobatan yang efektif, pasien kanker nasofaring harus memperhatikan diet dengan baik, mengurangi konsumsi jenis makanan di atas, sehingga dapat mengurangi tingkat kerusakan pada tubuh pasien.

cara menghilangkan formalin pada makanan

Cara Menghilangkan Formalin pada Mie, Tahu dan Ikan

Formalin adalah bahan kimia berbahaya yang kerap dicampurkan ke makanan oleh pedagang curang. Sebagai konsumen kita pun jadi waswas, takut bila tanpa sengaja membeli makanan berformalin dan meracuni diri dan keluarga sendiri. HENY BUDI UTARI, PhD menyarankan sebaiknya kadar formalin pada makanannya harus di hilangkan dahulu sebelum dimasak. Berikut ini adalah cara untuk menghilangkan kadar formalin dari makanan:

  1. Ikan Asin

Ikan asin yang berformalin perlu direndam selama 60 menit agar formalinnya terlepas dari ikan dan terlarut ke air rendamannya. Level formalin akan berkurang sebanyak 61.25% bila ikan asin direndam dalam air biasa. Sebaiknya, perendaman ikan asin dilakukan di air garam karena dapat menghilangkan level formalin hingga 89.5%.

  1. Tahu

Tahu yang berformalin pun bisa dinetralkan dengan cara yang mudah. Cara terbaik adalah dengan merebusnya sampai mendidih kemudian menggorengnya. Teknik ini terbukti dapat menghilangkan hampir semua kandungan formalin di dalam tahu tersebut. Cara lain juga bisa dilakukan dengan mengukusnya atau merendamnya di air panas. Namun, kedua cara ini hanya dapat mengurangi kandungan formalinnya, bukan menghilangkannya secara total.

  1. Mie Basah

Untuk mie basah, caranya lebih mudah lagi. Cukup rendam saja mie dalam air panas selama 30 menit. Tapi lebih baik apabila merendam mie dalam air panas selama 45 menit untuk memastikan formalin benar-benar terbuang. Teknik sederhana ini terbukti dapat menghilangkan kandungan formalinnya hingga 100%. Jangan lupa, cuci kembali mie dengan air biasa setelah perendaman untuk memastikan tidak ada sisa formalin yang masih menempel.

  1. Ikan Segar

Ikan segar yang diberi formalin juga bisa dinetralkan kembali sehingga aman untuk dikonsumsi. Campurkan cuka ke dalam air hingga konsentrasinya mencapai 5%. Kemudian, rendam ikan di larutan tersebut selama 15 menit.

 

Copyrights © 2017 Jamu Heritage. All Rights Reserved.