<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>anak anak &#8211; Jamu Heritage</title>
	<atom:link href="http://jamuheritage.com/tag/anak-anak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jamuheritage.com</link>
	<description>Preventive - Integrative - Palliative</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Feb 2018 05:16:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.1</generator>

<image>
	<url>http://jamuheritage.com/wp-content/uploads/2017/10/favicon.png</url>
	<title>anak anak &#8211; Jamu Heritage</title>
	<link>http://jamuheritage.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kenali Gejala Kanker yang Umum Menyerang Anak</title>
		<link>http://jamuheritage.com/kenali-gejala-kanker-yang-umum-menyerang-anak/</link>
					<comments>http://jamuheritage.com/kenali-gejala-kanker-yang-umum-menyerang-anak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Feb 2018 05:16:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[anak anak]]></category>
		<category><![CDATA[cancer]]></category>
		<category><![CDATA[kanker]]></category>
		<category><![CDATA[kids]]></category>
		<category><![CDATA[leukimia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://jamuheritage.com/?p=1445</guid>

					<description><![CDATA[16/02/2018 &#160; Bertepatan dengan Hari Kanker Anak Sedunia yang jatuh pada Kamis (15/2/2018), Abdul Kadir, Direktur<a class="read-more" href="http://jamuheritage.com/kenali-gejala-kanker-yang-umum-menyerang-anak/">...</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>16/02/2018</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bertepatan dengan Hari Kanker Anak Sedunia yang jatuh pada Kamis (15/2/2018), Abdul Kadir, Direktur Utama Rumah Sakit (RS) Kanker Dharmais, meminta para orangtua untuk lebih waspada terhadap potensi kanker pada anak.</p>
<p>“Kanker ini tidak hanya menyerang dewasa, justru banyak pada anak-anak,&#8221; kata Kadir dalam acara peringatan Hari Kanker Anak Internasional di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta.</p>
<p>&#8220;Anak-anak di sini yang umurnya di bawah 18 tahun. Dari tahun ke tahun anak-anak yang menderita kanker meningkat. Dari seluruh pasien kanker di dunia, lebih dari dua persennya  adalah anak-anak,” imbuhnya.</p>
<p>Baca Juga: <a href="http://jamuheritage.com/10-kebiasaan-buruk-sehari-hari-yang-dapat-berbahaya/">10 Kebiasaan Buruk Sehari-Hari yang Dapat Berbahaya</a></p>
<p>Kadir menyebut, terdapat enam jenis kanker yang umum menyerang anak-anak, yaitu <a href="http://jamuheritage.com/skema-kanker/kanker-darah-leukimia/">leukimia</a>, retinoblastoma, neuroblastoma, limfoma malignum, osteosarcoma, dan karsinoma nasofaring.</p>
<p>Orangtua hendaknya mengenali gejala dari keenam kanker tersebut supaya  anak mendapatkan penanganan yang lebih tepat.</p>
<p>Haridini Intan, Kepala Instalasi Anak RS Kanker Dharmais menjelaskan, retinoblastoma merupakan kanker yang paling mudah dikenali cirinya.</p>
<p>Ketika anak berumur 1-5 tahun, tanda kanker mata mulai tampak. Orangtua patut curiga jika anak mengalami kornea membengkak, mata juling, dan jaringan bola mata meradang<strong>.</strong></p>
<p>Gejala lain yang dikatakan Haridini yakni anak mulai kabur pandangannya, dan manik mata berubah putih yang seharusnya hitam.</p>
<p>“Sebenarnya kalau untuk anak, deteksi dini kanker bisa diketahui bersamaan waktu imunisasi atau saat memandikan mereka. Orang tua melihat apakah ada benjolan di tubuh,” ujar Haridini.</p>
<p>Sedangkan untuk leukimia, orangtua harus mulai memerhatikan kondisi anak yang sering demam, pucat, lesu, dan kerap terjadi perdarahan tiba-tiba misalnya mimisan. Jika dibiarkan, imunitas anak menurun dan berdampak pada penanganan yang terlambat.</p>
<p>Selanjutnya, orangtua patut mengenali benjolan-benjolan yang terdapat pada tubuh anak.</p>
<p>Apabila sewaktu-waktu melihat ada benjolan membesar di perut anak, kemungkinan anak terserang kanker saraf. Apalagi jika daerah sekitar mata menampilkan warna kebiruan pada kulit.</p>
<p>Gejala yang bisa dilihat dari kanker kelenjar getah bening yakni jika anak memiliki benjolan lebih dari dua sentimeter pada titik-titik yang lunak di tubuh seperti ketiak.</p>
<p>Baca Juga : <a href="http://jamuheritage.com/kanker-bukan-sebuah-akhir/">Kanker Bukan Sebuah Akhir</a></p>
<p>Benjolan tanda kanker getah bening terus membesar namun tidak menimbulkan rasa nyeri. Tanda lainnya adalah anak juga menjadi mudah lesu, sesak napas, demam, dan tidak bersemangat beraktivitas.</p>
<p>Berikutnya, kanker tulang pada anak dicirikan dengan pegal-pegal yang tidak kunjung berkurang setelah anak beraktivitas.</p>
<p>Tulang menjadi nyeri  sehingga area sekitarnya memerah dan menghangat. Anak tiba-tiba mengalami patah tulang padahal tidak terkena benturan atau apapun.</p>
<p>Mimisan, hidung tersumbat, telinga berdengung, getah bening di leher membesar, dan gangguan pada telinga menjadi tanda adanya kanker karsinoma nasofaring pada anak.</p>
<p>“Jika ada kecurigaan kanker, orangtua segera memastikannya lewat dokter. Kanker yang ditemukan pada stadium awal, akan lebih awal pula pengobatannya,” imbuh Kadir.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber: <a href="http://sains.kompas.com/read/2018/02/16/140429023/untuk-semua-orangtua-kenali-gejala-kanker-yang-umum-menyerang-anak">Kompas.com</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://jamuheritage.com/kenali-gejala-kanker-yang-umum-menyerang-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
